Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadmi stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri aman.

Ia menegaskan jika pemerintah telah mengantisipasi lonjakan konsumsi yang terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Tegas DPR RI: Pertamina Harus Berani Sikat Bandit-Bandit BBM Subsidi

Baca Juga: Minim Kecurangan, Ahok Usul Subsidi BBM Berbasis Cashback

"BBM untuk menyangkut dengan puasa dan Hari Raya Idulfitri, baik LPG maupun BBM. Dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum daripada stok nasional," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/2) kemarin.

Lebih lanjut, ia mengaku jika saat ini stok BBM nasional berada pada batas minimum 18 hari dan terkendali. "BBM untuk stok kita batas minimum 18 hari semuanya enggak ada masalah, ya. Jadi silakan B2B saja, ya," katanya.

Sementara itu terkait impor, ia menjelaskan jika kebutuhan solar sudah bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, namun untuk jenis solar tertentu masih diperlukan pasokan dari luar negeri.

"Kalau untuk solar, sekarang karena industri kita sudah beroperasi di kilang di Balikpapan, itu cukup. Tapi untuk C48, tapi kalau yang solar kualitas tinggi kan kita masih tetap impor, C51 dan atau pun beberapa spek lain yang ada," tambahnya.