Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang hadir dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026), membocorkan isi ratas tersebut.

Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Bahlil mengungkapkan jika dalam ratas Kepala Negara membahas isu strategis nasional, mulai dari ketahanan energi hingga penertiban kawasan hutan

Ia mengaku jika ratas tersebut merupakan tindak lanjut setelah Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri.

Baca Juga: Prabowo Panggil Bahlil hingga Kepala BIN Cek Progres Program Prioritas

Baca Juga: Kerahkan Tentara Jaga Kilang Minyak, Bahlil: Daripada Disabotase

"Rapat ini digelar setelah Bapak Presiden kembali dari kunjungan luar negeri sebagai bentuk pengecekan langsung terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah," ucapnya seperti dikutip, Senin (26/1/2026).

Selain itu, ia juga turut menyampaikan perkembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) kepada Kepala Negara. Termasuk target yang dicanangkan adalah peningkatan produksi minyak siap jual hingga 900 ribu barel per hari (BOPD), bahkan 1 juta BOPD pada 2029.

Tak hanya itu, dalam ratas dibahas juga berbagai sektor strategis lainnya, seperti lain pembangunan koperasi desa Merah Putih, kerja sama pendidikan tinggi dengan sektor mineral dan batu bara (minerba), sektor perbankan nasional, dan isu pertahanan dan keamanan.

"Turut dibahas sejumlah sektor strategis lainnya, mulai dari pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, kerja sama pendidikan tinggi dan minerba, sektor perbankan, hingga pertahanan, keamanan, dan penertiban kawasan hutan," tukasnya.