Anomali Coffee resmi memperluas jaringannya dengan membuka gerai ke-19 melalui Anomali Coffee & Kitchen MargoCity, Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Berbeda dari sebagian besar gerainya yang berformat stand alone, kehadiran Anomali Coffee di pusat perbelanjaan ini menandai pendekatan baru yang menempatkan relevansi pasar sebagai pertimbangan utama dalam strategi ekspansi.
Co-founder Anomali Coffee, Irvan Helmi, menjelaskan pemilihan MargoCity Mall bukan semata keputusan lokasi, melainkan hasil pembacaan terhadap karakter dan kebutuhan pasar. Menurutnya, sejak awal Anomali Coffee tidak memosisikan diri harus selalu hadir dalam format gerai berdiri sendiri.
“Tujuan kami bukan harus stand alone. Yang terpenting adalah bagaimana Anomali bisa relevan dengan market-nya,” ujar Irvan saat ditemui di MargoCity Depok.
Baca Juga: Anomali Coffee Resmi Buka Gerai ke-19, Luncurkan Anomali Cola di MargoCity Depok
Ia menambahkan, bergabung dengan pusat perbelanjaan juga merupakan upaya menghadirkan warna baru tanpa menciptakan persaingan yang terlalu agresif di satu area. Anomali Coffee, kata Irvan, ingin hadir sebagai pelengkap ekosistem, bukan sekadar pemain yang berebut pasar.
“Fierce competition itu tidak fun untuk semua orang. Kami datang justru untuk memperkaya, membawa sesuatu yang relevan, tanpa harus saling mengganggu,” katanya.
Keterbukaan manajemen MargoCity terhadap konsep Anomali Coffee turut menjadi faktor penentu. Dengan ruang dialog yang terbuka, Anomali Coffee melihat peluang untuk menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan karakter pengunjung mal, tanpa kehilangan identitas brand.
Baca Juga: Takut Gagal? Begini Cara Irvan Helmi Co-Founder Anomali Coffee Hadapi Kegagalan
“Manajemen MargoCity sangat terbuka dan melihat bahwa Anomali bisa relevan dengan market di sini. Dari situ kami merasa, kami bisa hadir dan memperkaya tanpa harus stand alone,” ujar Irvan.
Pendekatan relevansi tersebut tercermin dalam konsep Anomali Coffee & Kitchen MargoCity. Gerai ini tidak sepenuhnya diseragamkan dengan cabang lain. Menu, format, dan pendekatan disesuaikan dengan aktivitas serta kebiasaan pengunjung di Depok.
“Anomali tidak pernah memaksakan format yang sama. Kami selalu mendengar, melihat, lalu berkreasi agar relevan dengan customer, bukan berdasarkan ego brand,” katanya.
Baca Juga: Sosok Irvan Helmi: Dari Programmer Jadi Pebisnis Kopi, Begini Perjalanan Bos Anomali Coffee
Selain menyajikan kopi single origin Indonesia dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, gerai ini juga menghadirkan ragam menu makanan. Konsep coffee & kitchen dihadirkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang datang tidak hanya untuk ngopi, tetapi juga untuk bersantap dan berkumpul.
Pembukaan gerai di Depok juga dibarengi dengan peluncuran Anomali Cola, inovasi minuman berbasis kopi Indonesia yang dipadukan dengan lemon, kayu manis, dan soda. Minuman ini dihadirkan sebagai alternatif menikmati kopi dengan karakter rasa yang lebih ringan dan menyegarkan.
Irvan menilai inovasi tersebut sejalan dengan arah perkembangan industri kopi ke depan. Menurutnya, tren akan bergerak pada tiga hal utama, yaitu kemudahan, aksesibilitas, dan relevansi, tanpa meninggalkan kekuatan storytelling.
Baca Juga: Riding The Wave, Co-Founder Anomali Coffee Enggan Ikut-ikutan Tren yang Tak Relevan
“Ke depan, orang akan mencari kopi yang mudah dinikmati, mudah diakses, dan relevan dengan aktivitas sehari-hari. Tapi storytelling justru tidak akan pernah hilang,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan industri kopi yang kian pesat, Irvan menekankan bahwa konsistensi bagi Anomali Coffee tidak hanya soal rasa, melainkan juga nilai. Sejak berdiri pada 2007, Anomali Coffee memosisikan diri sebagai kurator kopi Indonesia yang membawa cerita dari hulu hingga ke hilir.
“Konsistensi itu lahir dari gotong royong. Dari petani, prosesor, roaster, barista, sampai pelanggan, semuanya punya peran yang sama penting,” katanya.
Baca Juga: Kisah Pendirian Bakoel Koffie, Warisan Kedai Kopi Tertua di Indonesia
Menurut Irvan, tanpa cerita, kopi berisiko menjadi sekadar komoditas yang bersaing di harga. Sebaliknya, dengan storytelling yang kuat, kopi Indonesia akan terus memiliki makna dan nilai.
“Kalau kopi hanya dilihat sebagai produk tanpa cerita, ia akan jatuh jadi komoditas. Tapi kopi Indonesia tidak akan seperti itu. Ceritanya justru akan terus mengangkat nama Indonesia,” tuturnya.
Dengan dibukanya Anomali Coffee & Kitchen MargoCity sebagai gerai ke-19, Anomali Coffee menegaskan arah ekspansinya ke depan, yakni hadir dalam berbagai format, mengikuti karakter wilayah dan pasar, serta tetap membawa kopi Indonesia sebagai cerita yang hidup dan relevan dalam keseharian masyarakat.