Karakter sosial anjing membuat hewan ini cenderung menikmati interaksi dengan manusia maupun hewan lainnya. Anjing juga dikenal komunikatif melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, serta berbagai suara, termasuk gonggongan.

“Pemilik anjing perlu sering mengajak anjingnya berjalan, bermain, serta melakukan stimulasi fisik dan mental. Karena itu, anjing sangat bergantung pada pemiliknya untuk perhatian, makanan, dan aktivitas,” jelas Prof Ronny.

Karakter tersebut membuat anjing membutuhkan komitmen yang cukup besar dari pemilik. Selain memastikan kebutuhan makan terpenuhi, pemilik juga perlu menyediakan waktu untuk aktivitas fisik, bermain, serta stimulasi mental agar anjing tetap sehat dan tidak mudah mengalami kebosanan.

Berbeda dengan anjing, kucing diperkirakan mulai didomestikasi sekitar 12.000 tahun lalu. Pada awalnya, keberadaan kucing banyak dimanfaatkan manusia untuk membantu mengendalikan hama di kawasan pertanian.

Kucing juga memiliki karakter biologis yang berbeda. Sebagai karnivora obligat, kucing membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

“Karakternya cenderung lebih soliter dan mandiri. Cara komunikasi mereka lebih halus dibandingkan anjing, melalui aroma (feromon), gerakan ekor, serta suara lembut seperti meong dan dengkuran,” ujarnya.

Sifat yang lebih mandiri membuat kucing relatif lebih mudah menyesuaikan diri dengan pemilik yang memiliki aktivitas padat. Meski demikian, mandiri bukan berarti kucing tidak membutuhkan perhatian. Pemilik tetap perlu memastikan kebutuhan nutrisi, kesehatan, kebersihan, stimulasi, dan interaksi sosialnya terpenuhi.

Dengan karakter tersebut, anjing umumnya lebih sesuai bagi pemilik yang aktif, senang melakukan kegiatan luar ruang, dan memiliki waktu untuk memberikan stimulasi fisik maupun mental.

Sebaliknya, kucing dapat menjadi pilihan bagi orang dengan aktivitas yang lebih padat, memiliki gaya hidup lebih tenang, atau tinggal di hunian dengan ruang terbatas.

Prof Ronny menilai, kunci utama dalam memilih hewan peliharaan adalah memahami kesesuaian antara karakter hewan dan gaya hidup pemilik.

“Jika kita suka kegiatan di luar ruangan, anjing lebih sesuai sebagai hewan peliharaan. Sebaliknya, jika kita sibuk dan membutuhkan hewan peliharaan yang mandiri, kucing adalah pilihan yang tepat,” tandasnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Menurut Penelitian