Growthmates, bagi sebagian orang, anjing merupakan sahabat yang selalu siap menemani berbagai aktivitas. Hewan ini dikenal aktif, ekspresif, dan senang berinteraksi dengan pemiliknya.
Sementara bagi sebagian lainnya, kucing menjadi pilihan karena karakternya yang lebih mandiri dan tidak selalu membutuhkan perhatian secara terus-menerus.
Keduanya sama-sama populer sebagai hewan kesayangan atau companion animal. Namun, anjing dan kucing memiliki karakter, cara berkomunikasi, hingga kebutuhan pemeliharaan yang berbeda. Karena itu, memahami sifat alami keduanya menjadi hal penting sebelum memutuskan untuk membawa salah satunya ke dalam rumah.
Terkait hal itu, Prof Ronny Rachman Noor, Pakar Genetika Ekologi IPB University, mengingatkan calon pemilik agar tidak memilih hewan peliharaan hanya berdasarkan kesukaan.
Karakter hewan perlu disesuaikan dengan gaya hidup dan kemampuan pemilik dalam memenuhi kebutuhannya.
“Anjing dikenal loyal, ekspresif, dan lebih sosial, sementara kucing cenderung mandiri dan lebih selektif. Dalam berkomunikasi, kucing biasanya menunjukkan halus dibandingkan anjing,” papar Prof Ronny, dikutip dari laman IPB University, Rabu (9/9/2026).
Dalam satu dekade terakhir, tren memelihara anjing dan kucing di Indonesia juga terus berkembang. Pada 2026, jumlah pemilik anjing diperkirakan mencapai 12 juta orang, sedangkan pemilik kucing sekitar 9 juta orang.
Tren kepemilikan anjing relatif stabil dan banyak ditemukan pada rumah tangga di wilayah perdesaan maupun suburban. Selain menjadi sahabat, anjing masih banyak dipelihara untuk membantu menjaga keamanan rumah.
Sementara itu, kepemilikan kucing menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu faktor yang turut mendorong tren tersebut adalah meningkatnya adopsi kucing jalanan yang mencapai 38 persen.
Pertumbuhan jumlah hewan peliharaan tersebut ikut mendorong perkembangan industri pakan. Nilainya kini disebut telah mencapai lebih dari Rp3,2 triliun, dengan sekitar 80 persen pemberian pakan dilakukan pemilik melalui platform daring.
Melihat tren tersebut, Prof Ronny memperkirakan jumlah pemilik kucing dapat melampaui pemilik anjing dalam 10 tahun mendatang.
Lebih lanjut, Prof. Ronny menuturkan, perbedaan karakter anjing dan kucing sebenarnya sudah terbentuk sejak proses domestikasi keduanya. Anjing diperkirakan telah didomestikasi sekitar 40.000 tahun lalu, antara lain untuk membantu manusia dalam berburu dan menjaga rumah.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Kucing Tidak Suka Minum? Ini yang Wajib Diketahui Pemilik Kucing, Cek Ya!
Karakter sosial anjing membuat hewan ini cenderung menikmati interaksi dengan manusia maupun hewan lainnya. Anjing juga dikenal komunikatif melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, serta berbagai suara, termasuk gonggongan.
“Pemilik anjing perlu sering mengajak anjingnya berjalan, bermain, serta melakukan stimulasi fisik dan mental. Karena itu, anjing sangat bergantung pada pemiliknya untuk perhatian, makanan, dan aktivitas,” jelas Prof Ronny.
Karakter tersebut membuat anjing membutuhkan komitmen yang cukup besar dari pemilik. Selain memastikan kebutuhan makan terpenuhi, pemilik juga perlu menyediakan waktu untuk aktivitas fisik, bermain, serta stimulasi mental agar anjing tetap sehat dan tidak mudah mengalami kebosanan.
Berbeda dengan anjing, kucing diperkirakan mulai didomestikasi sekitar 12.000 tahun lalu. Pada awalnya, keberadaan kucing banyak dimanfaatkan manusia untuk membantu mengendalikan hama di kawasan pertanian.
Kucing juga memiliki karakter biologis yang berbeda. Sebagai karnivora obligat, kucing membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
“Karakternya cenderung lebih soliter dan mandiri. Cara komunikasi mereka lebih halus dibandingkan anjing, melalui aroma (feromon), gerakan ekor, serta suara lembut seperti meong dan dengkuran,” ujarnya.
Sifat yang lebih mandiri membuat kucing relatif lebih mudah menyesuaikan diri dengan pemilik yang memiliki aktivitas padat. Meski demikian, mandiri bukan berarti kucing tidak membutuhkan perhatian. Pemilik tetap perlu memastikan kebutuhan nutrisi, kesehatan, kebersihan, stimulasi, dan interaksi sosialnya terpenuhi.
Dengan karakter tersebut, anjing umumnya lebih sesuai bagi pemilik yang aktif, senang melakukan kegiatan luar ruang, dan memiliki waktu untuk memberikan stimulasi fisik maupun mental.
Sebaliknya, kucing dapat menjadi pilihan bagi orang dengan aktivitas yang lebih padat, memiliki gaya hidup lebih tenang, atau tinggal di hunian dengan ruang terbatas.
Prof Ronny menilai, kunci utama dalam memilih hewan peliharaan adalah memahami kesesuaian antara karakter hewan dan gaya hidup pemilik.
“Jika kita suka kegiatan di luar ruangan, anjing lebih sesuai sebagai hewan peliharaan. Sebaliknya, jika kita sibuk dan membutuhkan hewan peliharaan yang mandiri, kucing adalah pilihan yang tepat,” tandasnya.
Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Menurut Penelitian