Growthmates, cuaca yang tiba-tiba berubah dari panas ke hujan memang sering bikin orang tua waswas. Anak yang awalnya aktif bermain bisa mendadak batuk, pilek, atau mengalami gangguan pernapasan.

Namun, perubahan cuaca sebenarnya bukan satu-satunya penyebab anak jatuh sakit. Paparan virus dan bakteri, pola hidup, hingga kondisi lingkungan juga ikut memengaruhi risiko anak terkena infeksi.

Karena itu, orang tua perlu membangun kebiasaan sehat yang bisa membantu menjaga kondisi tubuh anak, terutama ketika memasuki musim pancaroba.

Mengutip dari berbagai sumber pada Jumat (23/10/2026), berikut sejumlah langkah yang bisa diterapkan sehari-hari:

1. Pastikan Asupan Nutrisi Anak Terpenuhi

Makanan bergizi menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

Pastikan menu harian anak mengandung kombinasi protein, vitamin, mineral, karbohidrat, dan lemak sesuai kebutuhan usianya.

Buah seperti jeruk dan jambu biji dapat menjadi pilihan sumber vitamin C. Sementara itu, sayuran hijau, telur, dan kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi penting.

Jangan lupa memastikan anak cukup minum. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi normal saluran pernapasan.

Baca Juga: Kenali Penyebab Penurunan Daya Tahan Tubuh Anak Saat Pancaroba

2. Jangan Sepelekan Waktu Tidur Anak

Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan yang penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Anak yang kurang tidur dapat lebih mudah mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, orang tua sebaiknya membiasakan jadwal tidur dan bangun yang konsisten sesuai usia anak.

Penggunaan gawai menjelang tidur juga sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu kualitas istirahat anak.

Baca Juga: Lonjakan ISPA di Musim Pancaroba, Edukasi Pencegahan Jadi Kunci utama

3. Ajarkan Anak Rajin Cuci Tangan

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi penyebaran kuman.

Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta setelah bermain di luar rumah.

Selain itu, anak juga perlu diajarkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi penyebaran kuman melalui percikan pernapasan.

4. Rumah Juga Perlu Dijaga Tetap Bersih

Bukan cuma tubuh anak yang perlu dijaga. Kondisi rumah juga ikut berpengaruh terhadap kesehatan keluarga.

Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jendela dapat dibuka secara rutin agar terjadi pertukaran udara.

Permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, dan mainan anak, juga perlu dibersihkan secara berkala.

Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, sebaiknya kurangi kontak dekat dengan anak dan terapkan kebiasaan bersih untuk membantu mencegah penularan.

Baca Juga: Jangan Sampai Tumbang, Ini 5 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Musim Pancaroba

5. Jangan Lewatkan Imunisasi

Imunisasi membantu memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Orang tua perlu memastikan jadwal imunisasi anak sesuai dengan rekomendasi dokter atau fasilitas kesehatan.

Jika ada imunisasi yang terlewat, orang tua tidak perlu panik. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal imunisasi lanjutan atau catch-up yang sesuai dengan usia dan riwayat kesehatan anak.

6. Tetap Ajak Anak Aktif Bergerak

Cuaca yang tidak menentu bukan alasan untuk membuat anak terus berada di dalam rumah tanpa aktivitas.

Anak tetap bisa diajak bermain, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas fisik lainnya sesuai kemampuan.

Namun, orang tua perlu memperhatikan kondisi cuaca dan kualitas udara. Jika hujan deras atau polusi udara sedang tinggi, aktivitas bisa dialihkan ke dalam ruangan yang memiliki ventilasi baik.

Dengan begitu, anak tetap bisa aktif tanpa harus terpapar kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Meski batuk dan pilek cukup umum terjadi pada anak, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi si kecil.

Segera konsultasikan ke dokter jika gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, anak terlihat semakin lemah, atau mengalami sakit yang berulang.

Orang tua juga perlu segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami kesulitan bernapas, napas berbunyi atau mengi, sulit dibangunkan, maupun menunjukkan tanda dehidrasi berat seperti jarang buang air kecil dan mata terlihat cekung.

Khusus bayi berusia di bawah tiga bulan, suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih juga perlu segera diperiksakan ke dokter.

Dengan demikian, menjaga anak tetap sehat saat pancaroba tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit Growthmates. Mulai dari makanan bergizi, tidur cukup, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, melengkapi imunisasi, hingga tetap aktif bergerak dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan anak.