Alfamart dan Indomaret menjadi dua brand ritel modern yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Sama-sama menjadi penguasa bisnis minimarket di Indonesia, hubungan antara Alfamart dan Indomaret kerap disebut sebagai love-hate relationship.
Bagaimana tidak, bisa disebut bahwa keduanya adalah kompetitor abadi di pasar ritel Indonesia, namun Alfamart dan Indomaret selalu terlihat berdampingan.
Baik Alfamart maupun Indomaret, keduanya juga dimiliki oleh sosok konglomerat Indomaret, yakni Djoko Susanto dan Anthoni Salim yang dikenal dengan perjalanan bisnis yang mumpuni.
Lantas, seperti apa perbandingan singkat antara Alfamart vs Indomaret?
Alfamart
Alfamart Group merupakan konglomerasi bisnis ritel di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Sosok konglomerat di balik Alfamart ialah Djoko Susanto, salah satu orang terkaya di Indonesia.
Data Forbes (2026) mengungkapkan bahwa total kekayaan Djoko Susanto kini mencapai Rp35,8 triliun. Kegelimangan harta kekayaan tersebut selaras dengan perjuangan Djoko Susanto dalam merintis dan mengembangkan bisnis Alfamart.
Pria kelahiran 9 Februari 1950 ini mendapat kesempatan mengembangkan Alfamart usai bertemu dengan Putera Sampoerna, trah keluarga konglomerat Sampoerna Group di tahun 1980-an.
Baca Juga: Deretan Bisnis Milik Djoko Susanto, Jajaran Orang Terkaya Indonesia Pemilik Alfamart
Dari awalnya sebagai distributor rokok Sampoerna, Djoko sukses mengembangkan Toko Gudang Rabat (TGR) menjadi Alfamart. Dia resmi mengambil alih lini bisnis ritel Sampoerna ketika Putera menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris pada 2005.
Saat ini, Alfamart mengoperasikan lebih lebih 21.000 gerai yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
Indomaret
Brand minimarket yang tak kalah populer di Indonesia ialah Indomaret yang dioperasikan oleh PT Indoritel Makmur Internasional melalui PT Indomarvo Prismatama. Secara konglomerasi, Indomaret menjadi bagian dari Salim Group milik konglomerat Anthoni Salim.
Seperti halnya Djoko Susanto pemilik Alfamart, Anthoni Salim juga masuk dalam jajaran teratas orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat, total kekayaan Anthoni Salim saat ini berkisar Rp192,6 triliun.
Sebelum keberadaannya mendominasi pasar ritel modern di Tanah Air, Indomaret justru muncul dari gagasan sederhana. Pada 1988, keluarga Salim mendirikan sebuah gerai dengan tujuan awal mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari bagi karyawan. Gerai tersebut kemudian diberi nama Indomaret.
Seiring pengembangan operasional toko, perusahaan tidak berhenti pada fungsi distribusi semata. Indomaret justru terdorong untuk mendalami perilaku dan kebutuhan konsumen.
Sejumlah karyawan secara khusus ditugaskan mengamati kebiasaan belanja masyarakat, mulai dari pola kunjungan, jenis produk yang dicari, hingga alasan konsumen memilih suatu tempat berbelanja.
Adapun saat ini, Indomaret terus berkembang termasuk melalui strategi waralaba yang menjadi salah satu pilar utama bisnis minimarket milik Anthoni Salim ini. Diketahui, Indomaret telah mengoperasikan lebih dari 24.000 gerai di Indonesia.