Presiden Prabowo Subianto mengakui korupsi di negara ini masih marak terjadi kendati para pelaku kejahatan itu belakangan ramai ditangkap penegak hukum.
Kepala Negara mengatakan, praktik korupsi yang terjadi sekarang ini dilakukan lewat berbagai modus, untuk itu dia meminta seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan ketat terhadap bawahan mereka.
Baca Juga: Polemik Bandara PT IMIP, Purbaya hingga Prabowo Turun Tangan
“Anggaran dirongrong, mark up di mana-mana. Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu. Jangan kira saya tidak tahu. Saya kasih peringatan para menteri, kepala badan, pejabat. Bersihkan aparatmu semuanya itu,” kata Prabowo dilansir Sabtu (29/11/2025).
Prabowo menilai korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sampai pada level akut, menyelesaikan persoalan ini merupakan sebuah pekerjaan yang lumayan berat. Penyelesain masalah korupsi kata dia tak bisa dilakukan secara instan.
“Masalahnya sudah sangat berat, tidak bisa dalam satu dua hari. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa, saya tidak punya,” ujarnya.
Ia menekankan, setiap rupiah anggaran negara harus digunakan sepenuhnya untuk rakyat, terutama sektor pendidikan yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.
“Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk guru-guru, untuk perbaikan sekolah. Jangan mencuri uang rakyat. Waspadai,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa teknologi digital kini memungkinkan masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan langsung kepadanya.
“Sekarang ada digital. Rakyat, anak-anak di desa mana pun bisa langsung hubungan sama saya,” ungkap Presiden.
Baca Juga: Dasco Lapor ke Prabowo, Bahas Perkembangan Isu Hukum di Daerah-Daerah
Menutup pidatonya, Prabowo meminta dukungan para guru untuk bersama-sama membangun bangsa dan memperkuat agenda pemberantasan korupsi.
“Selamat berjuang, terima kasih pekerjaan kalian, terima kasih pengorbanan kalian. Bersama-sama kita bangun bangsa kita. Saya minta dukunganmu, saya minta doamu. Bantu saya berantas korupsi,” ujarnya