Karena itu, lanjutnya, Finex mengedepankan penyampaian risiko sejak awal transaksi, transparansi kondisi perdagangan, dan edukasi bagi nasabah. Edukasi dilakukan secara rutin, termasuk melalui program literasi bersama Bursa Berjangka Jakarta di sejumlah daerah.
Pada Januari-Maret 2026, Bappebti melakukan penilaian berkala terhadap sekitar 67 perusahaan pialang berjangka aktif. Dari perusahaan yang dinilai, tujuh pialang memperoleh peringkat tertinggi, termasuk Finex.
Agung mengatakan Finex juga mencatat volume transaksi tertinggi di Bursa Berjangka Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. "Volume mengikuti kepercayaan, bukan sebaliknya. Layanan, edukasi, dan transparansi adalah arah yang sama yang sedang didorong Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia dalam perlindungan konsumen. Tugas kami memastikan itu benar-benar sampai ke trader," katanya.
Meski demikian, dia menjelaskan, edukasi dan perlindungan konsumen tidak menghilangkan risiko perdagangan berjangka. Aktivitas trading tetap memiliki potensi kerugian sehingga kemampuan memahami risiko menjadi bagian penting sebelum masyarakat mengambil keputusan keuangan.