Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Indonesia harus bisa tumbuh menjadi bangsa yang berdaya saing di tengah lompat perkembangan teknologi dan ketatnya kompetisi global sekarang ini. Indonesia kata AHY mesti mempersiapkan diri supaya tidak menjadi bangsa yang tertinggal.
Indonesia lanjut AHY mesti menjadi salah satu pemain inti di tengah persaingan global bukan menjadi bangsa pecundang yang hanya menjadi penonton
"Kita tidak boleh tertinggal, tidak boleh menjadi pecundang, tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri kita sendiri," ujar AHY dalam Perayaan Imlek Nasional Partai Demokrat di Jakarta dilansir Kamis (19/2/2026).
Supaya bisa menjadi bangsa yang berdaya saing, Indonesia harus memiliki dua kunci utama yakni resilience atau daya tahan yang mesti beriringan dengan competitiveness atau daya saing.
"Daya saing bangsa yang akan menentukan competitiveness, menentukan apakah kita bisa menjadi bangsa pemenang di abad ke-21 ini. Resilience dan competitiveness harus kita miliki," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mengawal dan menyukseskan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pembangunan nasional harus diarahkan pada prinsip keadilan dan keberlanjutan. Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak atau wilayah tertentu.
"Kita ingin Indonesia tumbuh, maju, berkembang, di mana tidak ada satu pun orang, wilayah, maupun generasi yang tertinggal," ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Respons Sentilan Menteri Sakti Wahyu Trenggono
Dengan mengusung semangat prosperity and sustainability for all, AHY mengajak seluruh elemen bangsa untuk bertanggung jawab tidak hanya pada kepentingan saat ini, tetapi juga pada masa depan anak cucu dan generasi mendatang.