Growthmates, kanker pankreas dikenal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sulit dideteksi sejak dini. Penyakit ini sering berkembang tanpa menimbulkan gejala yang khas, sehingga banyak kasus baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut.
Karena itu, mengenali perubahan kecil pada tubuh menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang diagnosis dan penanganan lebih awal.
Pankreas merupakan organ yang berada di belakang lambung dan berfungsi menghasilkan enzim pencernaan serta hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah. Letaknya yang tersembunyi membuat tumor dapat berkembang selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.
Menurut National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat, gejala awal kanker pankreas sering kali menyerupai gangguan kesehatan lain sehingga mudah diabaikan. Ahli gastroenterologi lulusan Harvard, Stanford, dan AIIMS, Dr. Saurabh Sethi, mengungkapkan ada beberapa tanda yang patut diwaspadai.
Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (14/7/2026), berikut 7 gejala kanker pankreas yang sebaiknya tidak diabaikan.
1. Gatal di seluruh tubuh tanpa penyebab yang jelas
Gatal yang terus-menerus tanpa disertai ruam bisa menjadi salah satu tanda awal kanker pankreas. Kondisi ini dapat terjadi ketika tumor menyumbat saluran empedu sehingga garam empedu menumpuk di dalam aliran darah.
Penumpukan tersebut dapat memicu rasa gatal hebat, bahkan sebelum kulit atau bagian putih mata berubah menjadi kuning.
2. Perubahan nafsu makan dan gangguan pencernaan
Jika tiba-tiba sering merasa mual setelah makan, cepat kenyang, kehilangan nafsu makan, atau tidak lagi menyukai makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Gangguan pada pankreas dapat menghambat produksi enzim pencernaan sehingga proses mencerna makanan menjadi tidak optimal.
3. Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
Penyakit kuning atau jaundice merupakan salah satu gejala kanker pankreas yang paling dikenal.
Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin karena saluran empedu tersumbat oleh tumor. Selain kulit dan mata menguning, penderita juga dapat mengalami urine berwarna lebih gelap serta feses yang tampak pucat.
Jika penyakit kuning muncul secara tiba-tiba, segera lakukan pemeriksaan medis karena dapat menjadi tanda gangguan serius pada hati maupun pankreas.
Baca Juga: Kenapa Kanker Banyak Menyerang Gen Z?
4. Nyeri tumpul yang menetap di punggung tengah
Nyeri punggung memang umum terjadi, tetapi nyeri akibat kanker pankreas biasanya terasa tumpul, berlangsung terus-menerus, dan tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.
Hal ini terjadi karena posisi pankreas berada dekat dengan jaringan saraf sehingga pertumbuhan tumor dapat memicu nyeri yang menjalar hingga ke punggung.
5. Feses pucat, berminyak, atau mengambang
Pankreas berperan penting dalam mencerna lemak. Ketika organ ini tidak mampu menghasilkan enzim pencernaan yang cukup, lemak tidak tercerna dengan baik sehingga keluar bersama feses.
Akibatnya, feses bisa tampak pucat, berminyak, mengambang, dan sulit disiram. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
6. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Penurunan berat badan tanpa menjalani diet atau olahraga juga dapat menjadi tanda kanker pankreas.
Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan metabolisme tubuh sekaligus terganggunya penyerapan nutrisi yang dipicu oleh penyakit tersebut.
7. Diabetes yang baru muncul setelah usia 50 tahun
Pankreas bertugas memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah. Tumor pada pankreas dapat mengganggu proses tersebut sehingga memicu munculnya diabetes.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diabetes yang baru didiagnosis pada usia di atas 50 tahun, terutama jika disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dapat menjadi salah satu petunjuk awal kanker pankreas. Namun, perlu dipahami bahwa sebagian besar penderita diabetes tidak mengalami kanker pankreas.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa memiliki satu atau beberapa gejala di atas bukan berarti seseorang pasti menderita kanker pankreas. Sebagian besar keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain yang lebih umum.
Namun, apabila gejala muncul secara terus-menerus, semakin berat, atau disertai tanda-tanda lain, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, meninjau riwayat kesehatan, serta menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau pencitraan bila diperlukan.
Dan, perlu diingat, Growthmates, artikel ini bertujuan sebagai informasi edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan dari tenaga kesehatan.
Jika Anda mengalami gejala yang menetap atau mengkhawatirkan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Baca Juga: Drastis! WHO Prediksi Kasus Kanker Naik Dua Kali Lipat pada 2050