4. Nyeri tumpul yang menetap di punggung tengah
Nyeri punggung memang umum terjadi, tetapi nyeri akibat kanker pankreas biasanya terasa tumpul, berlangsung terus-menerus, dan tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.
Hal ini terjadi karena posisi pankreas berada dekat dengan jaringan saraf sehingga pertumbuhan tumor dapat memicu nyeri yang menjalar hingga ke punggung.
5. Feses pucat, berminyak, atau mengambang
Pankreas berperan penting dalam mencerna lemak. Ketika organ ini tidak mampu menghasilkan enzim pencernaan yang cukup, lemak tidak tercerna dengan baik sehingga keluar bersama feses.
Akibatnya, feses bisa tampak pucat, berminyak, mengambang, dan sulit disiram. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
6. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Penurunan berat badan tanpa menjalani diet atau olahraga juga dapat menjadi tanda kanker pankreas.
Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan metabolisme tubuh sekaligus terganggunya penyerapan nutrisi yang dipicu oleh penyakit tersebut.
7. Diabetes yang baru muncul setelah usia 50 tahun
Pankreas bertugas memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah. Tumor pada pankreas dapat mengganggu proses tersebut sehingga memicu munculnya diabetes.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diabetes yang baru didiagnosis pada usia di atas 50 tahun, terutama jika disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dapat menjadi salah satu petunjuk awal kanker pankreas. Namun, perlu dipahami bahwa sebagian besar penderita diabetes tidak mengalami kanker pankreas.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa memiliki satu atau beberapa gejala di atas bukan berarti seseorang pasti menderita kanker pankreas. Sebagian besar keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain yang lebih umum.
Namun, apabila gejala muncul secara terus-menerus, semakin berat, atau disertai tanda-tanda lain, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, meninjau riwayat kesehatan, serta menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau pencitraan bila diperlukan.
Dan, perlu diingat, Growthmates, artikel ini bertujuan sebagai informasi edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan dari tenaga kesehatan.
Jika Anda mengalami gejala yang menetap atau mengkhawatirkan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Baca Juga: Drastis! WHO Prediksi Kasus Kanker Naik Dua Kali Lipat pada 2050