Sementara itu, Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menegaskan bahwa pelestarian jamu membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional menjadi inspirasi bahwa warisan budaya dapat terus hidup sekaligus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.
"Melalui Acaraki Jamu Festival, kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia. Semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi, menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM jamu agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," ujar Jony.
Sebagai salah satu mitra pendukung, Larutan Penyegar Cap Badak turut mengangkat pentingnya revitalisasi Aksara Nusantara. Langkah ini berangkat dari fakta bahwa banyak pengetahuan dan resep jamu tradisional pada masa lalu dituliskan dalam berbagai aksara daerah di Indonesia.
Dengan demikian, pelestarian aksara Nusantara tidak hanya berarti menjaga warisan bahasa dan budaya, tetapi juga menjaga jejak pengetahuan leluhur yang menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan jamu Indonesia.
Melalui festival ini, masyarakat diajak melihat jamu dari perspektif yang lebih luas. Jamu tidak hanya hadir ketika seseorang sakit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari minuman pemulihan setelah berolahraga, teman beraktivitas di luar ruangan, hingga pelengkap momen kebersamaan bersama keluarga dan sahabat.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan seperti Jamu Fit Fest yang menghadirkan 5K Fun Run, Fun Walk, Yoga, Poundfit, dan Zumba. Selain itu, terdapat Perjamuan Nusantara yang menampilkan beragam jamu, kuliner tradisional, produk UMKM, dan karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Festival juga diramaikan oleh berbagai aktivitas budaya dan hiburan seperti Estafet Permainan Nusantara, Karnaval Nusantara, Kompetisi Jamu Mixologist, Parade Jamu Gendong, Temu Lawak, hingga konser musik "Sorak Serai" yang menghadirkan pengalaman budaya secara interaktif dan menyenangkan.
Dirancang sebagai festival ramah keluarga, seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua. Melalui pengalaman yang menyenangkan dan inklusif, festival ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap jamu sekaligus mempererat hubungan antar generasi.
"Lebih dari sekadar festival, Acaraki Jamu Festival 2026 merupakan bagian dari upaya membangun masa depan jamu Indonesia. Dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal, memahami, dan mengonsumsi jamu, warisan budaya ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi penggerak ekonomi nasional sekaligus kebanggaan Indonesia di tingkat global," pungkas Jony.
Baca Juga: Potensi Besar Industri Jamu Indonesia, Nilainya Capai Rp350 Triliun/Tahun