Berapa lama abu vulkanik bertahan di lahan juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan. Abu yang membentuk lapisan tipis di permukaan relatif mudah terbawa aliran air ketika hujan turun.

Untuk lahan pertanian yang terdampak, Prof. Iskandar menyarankan pengolahan tanah dilakukan setelah hujan abu selesai dan kondisi sudah memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas secara normal. Langkah tersebut terutama dapat dilakukan ketika lapisan abu yang menutupi lahan masih relatif tipis.

Namun, penanganannya menjadi lebih sulit apabila abu menumpuk dalam lapisan yang tebal. Dalam kondisi tersebut, pengolahan tanah membutuhkan upaya lebih besar.

Prof. Iskandar menyarankan agar abu vulkanik tidak serta-merta dibuang dari lahan. Material tersebut dapat dicampurkan dengan tanah, kemudian kondisi tanah perlu diperiksa untuk mengetahui perubahan karakteristiknya.

Pemeriksaan dapat dilakukan, antara lain, dengan mengukur tingkat keasaman atau pH tanah serta daya hantar listrik (DHL).

Di balik dampaknya terhadap tanaman, keberadaan abu vulkanik juga dapat menjadi bagian dari proses alami yang membantu memulihkan kesuburan tanah, khususnya pada lahan yang telah mengalami degradasi.

Ketika abu vulkanik yang berada di permukaan tanah terkena air hujan, sejumlah unsur di dalamnya dapat terlepas dan menjadi sumber hara yang bermanfaat bagi tanaman.

“Begitu abu vulkanik yang ada di permukaan tanah terkena air hujan, maka akan dilepaskan berbagai macam unsur yang bermanfaat sebagai hara tanaman, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K) dan lain-lain,” jelasnya.

Meski demikian, pemulihan lahan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah setelah terdampak abu. Pengukuran karakteristik tanah diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing.

Prof. Iskandar berharap aktivitas hujan abu vulkanik tidak berlangsung terlalu lama. Dengan demikian, masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dan lahan pertanian yang terdampak bisa dipulihkan.

“Jadi semoga saja ‘hujan’ abu vulkanik ini tidak berlama-lama, masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal dan tanah kembali subur,” pungkasnya.

Baca Juga: Jakarta dan Sekitarnya Dikepung Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Peringatan Keras, Hindari 3 Hal Ini