Bank Indonesia menyiapkan sejumlah strategi yang diklaim jitu untuk mendongkrak nilai tukar rupiah yang belakangan anjlok karena berbagai faktor.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan setidaknya BI telah menyiapkan tujuh langkah untuk membuat rupiah kembali perkasa. Langkah strategis itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Berapa Modal untuk Buka Gerai Indomaret? Ini Rincian Biaya, Syarat, dan Potensi Balik Modalnya di 2026

Langkah pertama yang dilakukan BI lanjut Perry adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah awal itu diyakini efektif menstabilkan posisi rupiah. 

"Cadangan devisa kami lebih. Jadi cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu," kata Perry dilansir Kamis (7/5/2026).

Selanjutnya BI bakal fokus pada penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter. Bank Indonesia mendorong peningkatan inflow melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menutup outflow dari Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, serta terus melakukan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam. Koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter," jelas Perry.

Langkah keempat dan kelima mencakup penjagaan likuiditas perbankan yang tetap longgar, serta pembatasan pembelian dolar di pasar domestik.

"Yang dulunya 100 ribu dolar per orang per bulan, kita turunkan 50 ribu dolar per orang per bulan. Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK untuk penguatan," katanya.

Adapun, langkah keenam dan ketujuh adalah penguatan intervensi di pasar offshore, serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi. Selain itu, pengawasan diperketat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

"Yang terutama kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi. Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Frederika Widyasari, Ketua OJK, untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga," ujar Perry.

Baca Juga: Profil Perry Warjiyo, Anak Petani dari Sukoharjo yang Jadi Gubernur Bank Indonesia

Langkah ini menegaskan sikap proaktif pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah. Di tengah tekanan global, Indonesia tidak hanya bertahan tetapi juga menyiapkan momentum untuk penguatan yang lebih solid ke depan.