Growthmates, kalau menurutmu sunscreen cuma wajib dipakai saat liburan ke pantai atau beraktivitas di bawah terik matahari, saatnya ubah kebiasaan itu! Faktanya, sinar UV tetap bisa mengenai kulit meski kamu berada di dalam mobil, duduk dekat jendela, bahkan saat berada di dalam pesawat. 

Paparan yang sering dianggap sepele ini tetap berisiko menyebabkan kerusakan kulit, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, penting untuk tetap menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas, lalu mengoleskannya kembali setiap dua jam agar perlindungannya tetap maksimal.

Meski sering dianggap aman dari paparan sinar matahari, tujuh tempat berikut ternyata tetap mengharuskan kamu memakai sunscreen, seperti dirangkum dari laman Health, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Gak Bikin Lengket dan Gerah! Ini Alasan Sunscreen Bertekstur Jelly Cocok untuk Kulit Bayi

  1. di Dalam Pesawat

Kalau kamu termasuk yang sering bepergian dengan pesawat, jangan lupa tetap memakai sunscreen. Pasalnya, berada di dalam kabin pesawat juga membuat kulit terpapar sinar UV, terutama jika duduk di dekat jendela.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa pilot dan awak kabin memiliki angka kejadian melanoma yang lebih tinggi dibandingkan profesi lainnya. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang lebih intens saat pesawat terbang di atas awan, di mana perlindungan alami dari atmosfer dan awan menjadi lebih sedikit.

"Kamu memiliki perlindungan awan yang lebih sedikit saat berada di pesawat. Jadi, jika duduk di dekat jendela, paparan sinar UV bisa cukup signifikan," kata dokter kulit dari University of Alabama at Birmingham, Lauren Kole, MD, kepada Health.

Meski jendela pesawat umumnya mampu menghalangi sebagian besar sinar UVB, sinar UVA masih dapat menembus kaca. Sebuah studi pada 2015 bahkan menemukan bahwa paparan sinar UVA yang diterima pilot dan pramugari dapat sebanding dengan sesi berjemur di tempat tanning.

Paparan sinar UVA yang terjadi berulang kali dapat meningkatkan risiko penuaan dini hingga kanker kulit. Karena itu, jika kamu sering bepergian dengan pesawat, para ahli menyarankan untuk tetap mengoleskan sunscreen pada area yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, tangan, dan lengan.

  1. di Dalam Mobil

Jangan mengira kulit aman dari paparan sinar matahari hanya karena kamu berada di dalam mobil. Sama seperti pesawat, sinar UV tetap bisa menembus kaca kendaraan dan mengenai kulit.

"Sering kali kami melihat kerusakan akibat sinar matahari dan kasus kanker kulit lebih banyak terjadi di sisi kiri tubuh seseorang," kata Dr. Lauren Kole. Hal ini berkaitan dengan paparan sinar UV yang diterima pengemudi melalui jendela samping saat berkendara.

Baca Juga: Bingung Pilih Sunscreen? Ini Perbedaan Tabir Surya Mineral dan Kimia yang Wajib Diketahui

Meski kaca depan mobil dirancang untuk menghalangi hampir seluruh sinar UVA dan UVB, perlindungan dari kaca samping dan belakang tidak seoptimal itu. Sebuah studi pada 2016 juga menemukan bahwa kedua jenis kaca tersebut masih memungkinkan sebagian sinar UV masuk.

Karena itu, jika kamu sering menghabiskan waktu di jalan, sebaiknya tetap gunakan sunscreen pada area kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, tangan, dan lengan. Untuk perlindungan ekstra, kamu juga bisa memasang lapisan pelindung UV pada kaca mobil.

  1. Saat Cuaca Mendung atau Musim Dingin

Cuaca mendung bukan berarti kulit bebas dari paparan sinar UV. Meski matahari tidak terlihat, awan hanya menghalangi sebagian sinar UV, sehingga sisanya tetap dapat mencapai permukaan kulit.

Hal yang sama berlaku saat musim dingin. Meski suhu terasa lebih dingin, paparan sinar UV tetap ada. Bahkan, permukaan salju dapat memantulkan lebih banyak sinar UV ke kulit sehingga risiko kerusakan kulit justru bisa meningkat.

Menurut Dr. Jami L. Miller, paparan sinar UV yang terjadi sedikit demi sedikit akan terus menumpuk seiring waktu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu penuaan dini sekaligus meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, jangan jadikan cuaca mendung atau udara dingin sebagai alasan untuk melewatkan sunscreen.

  1. Kulit Kepala dan Garis Rambut

Kulit kepala dan garis rambut juga termasuk area yang sering terlupakan saat memakai sunscreen. Padahal, bagian rambut yang terbelah atau garis rambut yang cenderung lebih tipis tetap bisa terpapar sinar matahari secara langsung.

Memakai topi memang bisa membantu memberi perlindungan tambahan. Namun, jika topi yang digunakan berbahan tipis atau memiliki lubang-lubang, sebaiknya tetap aplikasikan sunscreen pada area tersebut agar kulit tetap terlindungi.

Baca Juga: Mineral vs Chemical Sunscreen: Mana Pelindung Sinar UV yang Paling Cocok untuk Kulitmu?

  1. di Balik Pakaian Tipis

Banyak orang mengira pakaian sudah cukup melindungi kulit dari sinar matahari. Padahal, tidak semua jenis kain mampu menghalangi sinar UV. Sebagai patokan, jika cahaya masih bisa menembus kain, kemungkinan sinar UV juga dapat mencapai kulit.

"Kalau kamu mengenakan pakaian yang sangat tipis atau berbahan ringan, penggunaan tabir surya tetap penting," ujar Dr. Miller.

Selain itu, jangan lupa mengoleskan sunscreen di area tepi pakaian, seperti leher, lengan, atau bagian dada. Sebab, posisi pakaian bisa bergeser dan membuat kulit yang semula tertutup menjadi terpapar sinar matahari. Karena itu, Dr. Kole menyarankan untuk memakai sunscreen sebelum berpakaian atau sebelum mengenakan pakaian renang.

Untuk perlindungan yang lebih optimal, kamu juga bisa memilih pakaian dengan perlindungan UPF (Ultraviolet Protection Factor) yang dirancang khusus untuk membantu menghalau paparan sinar UV.

  1. Kaki dan Telinga

Kaki dan telinga juga termasuk area yang sering luput saat memakai sunscreen. Padahal, jika kamu mengenakan sandal atau bertelanjang kaki, bagian punggung kaki tetap terpapar sinar matahari dan berisiko mengalami kerusakan kulit.

Menurut Dr. Lauren Kole, orang dengan kulit yang lebih gelap juga perlu memberi perhatian khusus pada area ini. Pasalnya, kanker kulit pada kulit berwarna gelap lebih mudah terlewatkan, terutama di area kaki dan tangan.

Selain kaki, bagian atas telinga juga sering terlupakan. Karena itu, saat mengoleskan sunscreen ke wajah dan leher, jangan lupa aplikasikan juga pada seluruh bagian telinga, termasuk bagian atas dan cuping telinga.

Baca Juga: Ini Sunscreen Ringan untuk Rutinitas Sehari-hari di Iklim Tropis

  1. di Bawah Ketiak

Meski terdengar tidak biasa, ada kondisi tertentu yang membuat area ketiak juga perlu dilindungi dengan sunscreen. Misalnya saat kamu berjemur atau berbaring dengan kedua tangan di atas kepala sehingga area ketiak ikut terpapar sinar matahari.

"Kalau kamu tidak sedang berada di bawah sinar matahari, mungkin tidak masalah. Namun, jika berbaring telentang dengan tangan di atas kepala, kamu mungkin perlu mengoleskan tabir surya. Ingat juga bahwa sinar matahari bisa memantul dari permukaan berwarna terang dan mengenai kulit," jelas Dr. Jami L. Miller.

Jadi, jika aktivitasmu memungkinkan area ketiak terkena paparan sinar matahari secara langsung atau pantulannya, tak ada salahnya memberikan perlindungan ekstra dengan sunscreen.

Semoga bermanfaat, ya!