3. Peluang Besar dalam Pembiayaan Khusus
Bidang pembiayaan kembali menunjukkan daya tariknya, terutama pembiayaan yang berfokus pada ceruk industri tertentu.
Contohnya adalah Film Hedge, yang mengembangkan model pembiayaan film sekaligus platform teknologi pendukungnya.
Dalam industri hiburan, banyak proyek baru dibayar setelah selesai, sehingga kebutuhan pendanaan di tengah proses sangat besar.
Model pembiayaan khusus seperti ini mampu menjembatani kebutuhan kreator dan investor dengan lebih efisien dibandingkan skema perbankan tradisional.
Ke depan, pembiayaan berbasis industri dan kebutuhan spesifik akan menjadi ladang peluang baru bagi pelaku jasa keuangan.
4. Nilai Data Akan Terus Meningkat
Big data bukan tren sesaat, nilainya justru semakin besar. Pegasus, startup teknologi kedirgantaraan, memanfaatkan sensor pendeteksi pembentukan es dan mengolah data tersebut untuk meningkatkan kesadaran situasional pilot.
Langkah lebih jauhnya, data dari berbagai pesawat dapat dibagikan dan dikelola bersama menjadi peta cuaca real-time.
Ini menunjukkan bahwa ketika teknologi mampu memecahkan masalah sekaligus mengumpulkan data, tercipta nilai ganda bagi pengguna.
Bagi pengusaha, kuncinya adalah melihat data sebagai aset jangka panjang, bukan sekadar produk sampingan.
5. Komunitas Akan Semakin Penting di Era AI
Di tengah otomatisasi dan efisiensi berbasis AI, interaksi manusia justru berpotensi berkurang. Di sinilah peran komunitas menjadi semakin krusial.
Forum seperti YPO atau komunitas berbasis demografi tertentu seperti Braintrust (yang mendukung pengusaha perempuan) membuktikan bahwa koneksi, kolaborasi, dan berbagi pengalaman tetap tak tergantikan oleh teknologi.
Komunitas membantu pengusaha bertahan, belajar, dan beradaptasi di tengah perubahan cepat yang dibawa AI.