Curah hujan yang tinggi selama musim hujan tidak hanya berdampak pada aktivitas harian, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kelembapan udara yang meningkat, perubahan suhu yang cukup ekstrem, serta munculnya genangan air dapat menjadi pemicu berbagai penyakit.

Kondisi ini membuat daya tahan tubuh lebih mudah menurun, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan perlindungan diri yang memadai. Berikut lima penyakit yang rentan dialami masyarakat selama musim hujan.

1. Pusing

Pusing kerap dianggap keluhan ringan, namun cukup sering dialami saat musim hujan. Penurunan suhu udara dapat memengaruhi sirkulasi darah, khususnya di area kepala, sehingga memicu kontraksi pembuluh darah dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Selain itu, perubahan tekanan udara, kelelahan fisik, serta kurangnya asupan cairan juga dapat memperparah keluhan pusing. Mengingat kepala merupakan pusat pengendali sistem saraf, perlindungan terhadap area ini penting dilakukan, seperti menggunakan jas hujan berpenutup kepala atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Waspada Banjir, Ini Daftar Penyakit yang Mengintai Masyarakat

2. Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi merupakan peradangan pada lapisan dalam hidung yang dipicu oleh reaksi alergi terhadap perubahan lingkungan. Kondisi udara yang lebih dingin dan lembap setelah hujan dapat memicu munculnya keluhan ini, terutama pada individu yang memiliki sensitivitas tertentu.

Gejala rhinitis alergi meliputi bersin berulang, hidung tersumbat atau berair, rasa gatal di hidung dan tenggorokan, serta mata berair. Meski tidak menular, gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

3. Leptospirosis

Leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai saat musim hujan, terutama di daerah rawan banjir. Mengutip laman resmi Pemerintah Kota Tangerang, leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine hewan, khususnya tikus.

Baca Juga: Ini Ramuan Tradisional yang Bisa Redakan Batuk dan Sakit Tenggorokan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan gejala serius apabila tidak segera ditangani. Penularan biasanya terjadi saat kulit yang terluka atau selaput lendir bersentuhan langsung dengan air yang tercemar.

4. Kutu Air

Infeksi jamur pada kaki atau kutu air juga sering muncul selama musim hujan. Kondisi sepatu dan kaus kaki yang lembap akibat sering kehujanan menciptakan lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang biak.

Kutu air ditandai dengan rasa gatal, kulit mengelupas, kemerahan, hingga bau tidak sedap. Jika kebersihan kaki tidak dijaga dengan baik, infeksi ini dapat semakin parah dan menimbulkan komplikasi pada kulit.

5. Rematik

Keluhan rematik diketahui kerap kambuh saat cuaca dingin dan lembap, yang identik dengan musim hujan. Mengutip penjelasan dari Alodokter, perubahan suhu dan tekanan udara dapat memengaruhi jaringan di sekitar sendi.

Baca Juga: Pandangan Dokter Tirta Soal Kondisi Anak yang Sering Jatuh Sakit

Penurunan suhu membuat tekanan dari luar meningkat, sehingga jaringan di sekitar sendi membengkak dan menambah beban pada sendi. Kondisi inilah yang memicu rasa nyeri dan kaku, terutama pada penderita rematik.

Menghadapi musim hujan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga. Menjaga kebersihan tubuh, mengenakan perlengkapan pelindung saat hujan, serta memastikan tubuh tetap hangat merupakan langkah sederhana namun efektif.

Selain itu, penerapan pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci untuk meminimalkan risiko penyakit. Dengan kesiapsiagaan dan pola hidup sehat, ancaman gangguan kesehatan di musim hujan dapat ditekan.