Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah wajah industri retail secara signifikan. Model bisnis yang sebelumnya berfokus pada ekspansi toko fisik kini mulai bergeser menuju pendekatan yang lebih terintegrasi.
Menurut Founder dan CEO DORAN Group, Jhonny Thio Doran, masa depan retail tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah toko yang dimiliki sebuah perusahaan, tetapi oleh kemampuan membangun ekosistem yang kuat di sekitar konsumennya.

Retail Harus Hadirkan Pengalaman Konsumen Terbaik
Bagi Jhonny, retail modern harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyeluruh bagi konsumen. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan produk yang dijual, tetapi juga bagaimana brand membangun hubungan dengan pengguna melalui berbagai kanal yang saling terhubung, mulai dari distribusi, teknologi, hingga komunitas.
Baca Juga: CEO JETE: Bangun Bisnis dari Kamar Kost hingga Masuk Fortune Indonesia 40 Under 40
“Retail tidak lagi hanya tentang membuka toko baru. Retail masa depan adalah tentang membangun ekosistem yang menghubungkan produk, distribusi, teknologi, dan komunitas dalam satu pengalaman yang terintegrasi,” ujar Jhonny.
Pandangan tersebut menjadi dasar strategi bisnis yang dijalankan DORAN Group melalui brand teknologi JETE. Perusahaan yang berbasis di Surabaya ini kini telah berkembang menjadi salah satu ekosistem retail teknologi konsumen di Indonesia dengan jaringan lebih dari 150 gerai retail yang tersebar di berbagai kota. Selain jaringan toko fisik, perusahaan juga memperkuat distribusi nasional serta kanal penjualan digital sebagai bagian dari integrasi ekosistem bisnis.
Dalam model retail yang dijalankan perusahaan, toko tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat transaksi. Jhonny menilai bahwa toko harus mampu memberikan pengalaman yang lebih luas bagi konsumen.
“Konsumen datang ke toko bukan hanya untuk membeli produk. Mereka datang untuk merasakan brand, mencoba teknologi, serta berinteraksi dengan komunitas yang memiliki minat yang sama,” jelasnya.
Karena itu, toko retail kini diposisikan sebagai experience center yang memungkinkan konsumen mengenal produk secara lebih dekat sekaligus memperkuat hubungan antara brand dan pengguna.
Aktif Libatkan Peran Konsumen
Di sisi lain, pengembangan brand teknologi lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut. Melalui JETE, perusahaan menghadirkan berbagai kategori produk teknologi konsumen seperti wearable device, audio device, smart home, serta berbagai aksesoris teknologi yang dirancang untuk mendukung gaya hidup digital masyarakat.
Namun membangun ekosistem tidak hanya melalui produk. DORAN Group juga aktif membangun keterlibatan konsumen melalui berbagai kegiatan komunitas dan event berskala besar.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyelenggaraan JETE RUN. Event olahraga ini berhasil menghubungkan brand dengan ribuan peserta setiap tahunnya dan menjadi bagian dari strategi membangun komunitas pengguna.
“Brand yang kuat bukan hanya yang sering muncul di iklan, tetapi yang mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari konsumennya,” kata Jhonny.
Integrasi antara retail offline, platform digital, jaringan distribusi, serta aktivitas komunitas menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Menurut Jhonny, pendekatan ini memungkinkan perusahaan tidak hanya berfokus pada transaksi jangka pendek, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang melalui hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.
Brand Lokal Juga Bisa Naik Kelas
Ia juga melihat peluang besar bagi brand lokal Indonesia untuk berkembang lebih jauh di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Dengan pasar domestik yang besar serta kemampuan mengembangkan inovasi, brand lokal memiliki potensi untuk memperluas jangkauan hingga ke pasar internasional.
“Indonesia memiliki pasar yang luar biasa besar. Jika brand lokal mampu membangun ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, kita tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga bersaing di level global,” ujarnya.
Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, DORAN Group terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan sistem digital, tata kelola perusahaan yang lebih terstruktur, serta penguatan brand JETE sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Bagi Jhonny, arah perkembangan industri retail ke depan akan semakin menekankan pada hubungan yang berkelanjutan antara brand dan konsumennya. Terlebih jika perusahaan ingin melantai di bursa dan menuju IPO, selain tata kelola perusahaan dan bisnis, hubungan dengan konsumen pun perlu dijaga dengan baik.
“Retail masa depan bukan hanya menjual produk. Retail masa depan adalah membangun hubungan jangka panjang antara brand dan komunitasnya,” tutupnya.