Growthmates, kerontokan rambut sudah menjadi masalah umum. Stres, polusi, kurang tidur, alat styling panas, air keras, hingga gaya hidup yang serba cepat seakan bersekongkol melawan kesehatan kulit kepala kita.

Minyak rambut memang membantu. Serum mahal juga bisa memberi efek instan. Namun jujur saja, kesehatan rambut sejatinya dimulai dari dalam, yakni dari apa yang Anda makan setiap hari.

Rambut adalah cerminan nutrisi tubuh. Apa yang ada di piring Anda, cepat atau lambat akan terlihat di kepala Anda.

Untuk pertumbuhan rambut yang lebih cepat, kuat, dan tidak mudah rontok, makanan non-vegetarian memiliki peran besar. Kandungan protein, zat besi, vitamin B12, seng, dan asam lemak omega-3 di dalamnya merupakan bahan baku utama yang dibutuhkan folikel rambut.

Dikutip dari Times of India, Senin (12/1/2025), berikut 5 makanan non-vegetarian terbaik untuk pertumbuhan rambut yang realistis dan mudah ditemukan di dapur sehari-hari.

1. Telur

Jika rambut punya makanan favorit, telur pasti ada di urutan pertama. Rambut tersusun dari protein bernama keratin, dan telur adalah salah satu sumber protein paling padat nutrisi.

Telur kaya akan biotin yang mendukung produksi keratin, protein berkualitas tinggi, vitamin B12, serta zat besi dan seng.

Kombinasi ini membantu mengurangi kerusakan rambut, mempercepat pertumbuhan, dan membuat rambut terasa lebih tebal serta berkilau.

Telur bisa dikonsumsi dengan cara sederhana seperti direbus, dibuat omelet, orak-arik, atau kari telur. Sebaiknya hindari menggoreng terlalu lama dengan minyak berlebihan karena dapat mengurangi manfaat nutrisinya.

Dan meskipun masker telur mentah di rambut terkenal sejak zaman dulu, mengonsumsinya tetap jauh lebih efektif untuk pertumbuhan rambut jangka panjang.

2. Ikan

Ikan, terutama jenis berlemak, bisa diibaratkan sebagai sesi spa untuk kulit kepala. Kandungan utama yang membuatnya istimewa adalah asam lemak omega-3, yang menutrisi folikel rambut dan membantu menjaga kelembapan kulit kepala.

Selain omega-3, ikan juga menyediakan protein tanpa lemak, vitamin D, dan zat besi yang berperan penting dalam meningkatkan ketebalan rambut, kilau alami, serta kesehatan kulit kepala secara keseluruhan.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu ikan impor mahal. Ikan lokal seperti sarden, makarel, atau tenggiri juga sangat kaya manfaat.

Ikan paling baik dikonsumsi dengan cara dipanggang, dimasak kari ringan, atau ditumis dengan sedikit minyak. Bonusnya, ikan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, faktor yang sering luput dibahas namun berperan besar dalam kerontokan rambut kronis.

Baca Juga: 5 Resep Sarapan Terbaik saat Musim Hujan untuk Mencegah Rambut Rontok Secara Alami

3. Ayam

Ayam dikenal sebagai makanan andalan para pencinta protein, tetapi manfaatnya untuk rambut sering kali kurang disadari. Protein tanpa lemak dalam ayam sangat penting untuk membangun akar rambut yang kuat dan mencegah rambut menjadi rapuh.

Selain protein, ayam juga mengandung vitamin B dan seng yang mendukung pertumbuhan rambut sehat serta mengurangi penipisan rambut.

Ayam mudah diolah menjadi berbagai hidangan sehari-hari seperti kari ayam, ayam panggang, sup ayam, atau ayam tandoori. Namun perlu diingat, hidangan berat seperti ayam mentega sebaiknya dinikmati sesekali saja.

Penting untuk dipahami bahwa diet rendah protein sering kali berujung pada rambut rontok. Saat asupan protein kurang, tubuh akan memprioritaskan organ vital, dan rambut biasanya menjadi 'korban' pertama.

4. Daging Kambing dan Jeroan

Daging kambing dan jeroan seperti hati mungkin terdengar mengejutkan, tetapi keduanya sangat kaya akan zat besi, seng, dan vitamin B12.

Nutrisi ini sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami kerontokan rambut akibat anemia atau kadar hemoglobin rendah.

Makanan ini membantu meningkatkan sirkulasi darah ke kulit kepala, memperbaiki pasokan oksigen ke akar rambut, serta memastikan nutrisi sampai ke folikel dengan optimal. Hasilnya, rambut tampak lebih kuat, tidak mudah patah, dan tidak kusam.

Daging kambing dan jeroan paling baik dikonsumsi sesekali dalam bentuk kari atau sup kaldu. Karena tergolong berat, keseimbangan tetap menjadi kunci, bernutrisi tinggi tidak berarti harus dikonsumsi setiap hari.

5. Kombinasi Susu dan Non-Vegetarian

Rambut tidak hanya membutuhkan protein, tetapi juga lemak sehat, kolagen, dan sistem pencernaan yang baik agar nutrisi terserap maksimal. Di sinilah kombinasi produk susu dengan makanan non-vegetarian berperan.

Yogurt yang dikonsumsi bersama ayam atau ikan membantu kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Ghee dalam jumlah wajar mendukung kelembapan alami rambut. Kaldu tulang atau sup paya yang kaya kolagen membantu memperkuat batang rambut, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan elastisitas.

Baca Juga: Tak Lekang oleh Waktu, Ini 5 Ritual Perawatan Rambut Kuno yang Kembali Populer