-
Dapatkan Paparan Sinar Matahari Pagi
Paparan sinar matahari pada pagi hari juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus mendukung kesehatan otak. Para ahli menyarankan untuk mendapatkan cahaya matahari alami setidaknya selama 30 menit sebelum pukul 10.00 pagi.
Cahaya alami berperan dalam mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengendalikan siklus tidur dan bangun serta produksi hormon, termasuk melatonin.
Ketika ritme sirkadian bekerja dengan baik, tubuh akan lebih mudah tertidur, kualitas tidur meningkat, dan suasana hati, tingkat energi, serta kewaspadaan di siang hari pun ikut terjaga.
-
Hindari Kafein, Alkohol, dan Makan Larut Malam
Apa yang dikonsumsi menjelang waktu tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat. Menurut Sharon Brangman, MD, ahli geriatri sekaligus pengurus McKnight Brain Research Foundation, menghindari makan dalam porsi besar setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur dapat membantu mencegah gangguan pencernaan yang berpotensi mengganggu tidur.
Ia juga menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein dan alkohol pada malam hari. Kafein merupakan stimulan yang dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap, sedangkan alkohol memang dapat menimbulkan rasa kantuk di awal, tetapi justru berpotensi mengganggu kualitas tidur di kemudian hari.
Mengingat efek kafein dapat bertahan lebih dari enam jam di dalam tubuh, orang yang sensitif terhadap zat ini disarankan mengonsumsi kopi atau teh terakhirnya sebelum tengah hari.
Apabila rasa lapar muncul menjelang waktu tidur, pilihlah camilan ringan yang dapat membantu tubuh lebih rileks, seperti kacang almond atau jus ceri asam.