3. Semakin Gelap Warnanya, Semakin Tinggi Antioksidannya
Tidak semua kacang diciptakan sama. Menurut BlueZones.com, warna kacang berkaitan erat dengan kandungan antioksidannya, di mana semakin gelap warnanya, semakin tinggi pula perlindungan sel yang dapat diberikan.
Hal ini didukung oleh sebuah studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry yang menemukan bahwa kulit kacang hitam mengandung hingga 40 kali lebih banyak antioksidan dibandingkan kulit kacang putih.
Antioksidan sendiri berperan penting dalam melawan peradangan, memperlambat proses penuaan sel, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
4. Kaya Zat Besi untuk Energi dan Kesehatan Darah
Kacang-kacangan juga merupakan sumber zat besi nabati yang penting bagi tubuh. Menurut MD Anderson Cancer Center, kandungan zat besi dalam kacang sangat bermanfaat, terutama bagi individu yang mengalami anemia defisiensi besi.
Beberapa jenis kacang memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, seperti edamame atau kedelai yang mengandung sekitar 9 mg zat besi per porsi, serta lentil dan kacang putih yang masing-masing mengandung sekitar 3,5 mg.
Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, membantu mencegah kelelahan kronis, serta mendukung fungsi otak dan otot agar tetap optimal.
5. Memberikan Perlindungan Kesehatan Menyeluruh
Manfaat kacang-kacangan tidak terbatas pada satu sistem tubuh saja.
Menurut UCLA Health, konsumsi kacang secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, mengontrol gula darah, mencegah sembelit, mendukung pengelolaan berat badan, serta memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar.
Menariknya, masyarakat di Zona Biru mengonsumsi sekitar satu cangkir kacang setiap hari, bukan sebagai makanan khusus atau diet tertentu, melainkan sebagai bagian alami dan konsisten dari menu harian mereka.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur? Ubah Gaya Hidup dan Hindari 5 Faktor Risiko Ini di Usia 50 Tahun!