Growthmates, rahasia umur panjang ternyata tidak selalu rumit atau mahal. Justru sebaliknya, ia tumbuh subur dalam kesederhanaan.

Jika kita menelusuri pola makan masyarakat di lima Zona Biru (Blue Zones) atau wilayah dengan populasi manusia berusia paling panjang di dunia, kita akan menemukan satu benang merah yang konsisten, yaitu makanan mereka sederhana, minim proses, dan berbasis nabati.

Pakar umur panjang, Dan Buettner, yang meneliti Zona Biru selama puluhan tahun, menyebut satu bahan sebagai makanan penunjang umur panjang nomor satu di dunia. Bukan superfood mahal, bukan juga suplemen eksklusif, tapi jawabannya adalah kacang-kacangan (legumes).

Murah, mudah didapat, fleksibel diolah, dan lezat, kacang-kacangan ternyata menyimpan manfaat kesehatan luar biasa.

Dan, berikut 5 fakta kesehatan penting yang menjelaskan mengapa makanan sederhana ini begitu istimewa.

1. Tinggi Serat, Rendah Lemak Jahat

American Heart Association (AHA) merekomendasikan kacang-kacangan sebagai bagian penting dari pola makan sehat jantung karena kandungan nutrisinya yang sangat menguntungkan.

Kacang-kacangan kaya akan serat makanan dan mineral penting, namun rendah lemak jenuh serta bebas kolesterol.

Kandungan seratnya yang tinggi berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, membantu menstabilkan kadar gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kombinasi manfaat inilah yang membuat kacang-kacangan sering menjadi makanan pokok di komunitas yang memiliki tingkat obesitas dan penyakit jantung yang relatif rendah.

2. Salah Satu Pengganti Protein Terbaik untuk Daging

Bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi daging, kacang-kacangan merupakan solusi cerdas dan menyehatkan.

Menurut UCLA Health, kacang adalah sumber protein nabati yang sangat baik, dengan satu porsi rata-rata mengandung sekitar 8 gram protein.

Selain lebih ramah bagi kesehatan jantung, protein nabati dalam kacang-kacangan secara alami berpadu dengan serat, sehingga membantu kerja metabolisme menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan.

Inilah salah satu alasan mengapa masyarakat di Zona Biru jarang bergantung pada daging merah sebagai sumber protein utama dalam pola makan sehari-hari.

Baca Juga: 4 Rahasia Panjang Umur ala Penduduk Zona Biru yang Mudah Diterapkan