Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya disertai tekstur feses yang encer. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, maupun konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan menjaga asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi, memilih makanan yang tepat juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Salah satunya adalah mengonsumsi buah-buahan tertentu yang mudah dicerna dan mengandung nutrisi penting bagi tubuh.
Namun, tidak semua buah baik dikonsumsi saat diare. Beberapa jenis buah justru dapat memperburuk gejala karena memiliki kandungan asam atau serat yang dapat mengiritasi saluran pencernaan.
Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Keracunan Makanan, Jangan Abaikan Gejala Ini
Berikut lima buah yang dianjurkan saat mengalami diare.
1. Pisang
Pisang menjadi pilihan utama bagi penderita diare karena mengandung pektin, yaitu serat larut yang membantu menyerap kelebihan cairan di usus sehingga feses menjadi lebih padat.
Selain itu, pisang kaya akan kalium yang berperan menggantikan elektrolit yang hilang akibat buang air besar berulang. Teksturnya yang lembut juga membuat buah ini mudah dicerna oleh saluran pencernaan.
2. Jambu Biji
Jambu biji matang dapat membantu meredakan diare karena mengandung tanin yang bersifat astringen. Senyawa ini dipercaya dapat membantu mengurangi sekresi cairan di usus sehingga konsistensi feses menjadi lebih padat.
Baca Juga: Dokter Anak Ungkap Gejala Gangguan Pencernaan pada Anak Tak Selalu Muntah atau Diare
Agar lebih nyaman dicerna, pilih jambu biji yang sudah matang dan batasi konsumsi bijinya karena dapat memperberat kerja saluran pencernaan pada sebagian orang.
3. Apel Kupas atau Saus Apel
Apel merupakan sumber pektin yang baik untuk membantu menenangkan saluran pencernaan. Saat diare, apel sebaiknya dikonsumsi tanpa kulit atau diolah menjadi saus apel.
Kulit apel mengandung serat tidak larut yang dapat merangsang kerja usus sehingga berpotensi memperparah diare. Sebaliknya, daging apel lebih mudah dicerna dan tetap memberikan manfaat bagi sistem pencernaan.
4. Alpukat
Alpukat memiliki tekstur lembut sehingga nyaman dikonsumsi ketika sistem pencernaan sedang sensitif. Buah ini juga mengandung lemak sehat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan.
Meski demikian, konsumsilah dalam jumlah secukupnya agar tidak membebani proses pencernaan.
5. Air Kelapa
Meski bukan buah yang secara langsung menghentikan diare, air kelapa dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat buang air besar berulang.
Kandungan kalium dan natrium alaminya bermanfaat menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, jika diare menyebabkan dehidrasi sedang hingga berat, larutan oralit tetap menjadi pilihan utama sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Diare
Selain memilih buah yang tepat, penting pula menghindari buah yang dapat memperburuk kondisi. Buah dengan kadar asam tinggi, seperti jeruk, lemon, dan nanas, berpotensi mengiritasi saluran pencernaan yang sedang meradang.
Sementara itu, pepaya dan mangga yang terlalu matang sebaiknya dikonsumsi secukupnya karena dapat memberikan efek pencahar pada sebagian orang. Buah dengan kandungan fruktosa tinggi atau yang mudah menghasilkan gas, seperti pir, anggur, dan semangka dalam porsi besar, juga dapat memicu kembung dan membuat perut terasa tidak nyaman.
Jangan Abaikan Asupan Cairan
Saat diare, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Karena itu, perbanyak minum air putih dan larutan oralit untuk menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang.
Selain itu, hindari makanan berlemak, pedas, dan minuman berkafein atau beralkohol hingga kondisi benar-benar membaik.
Segera periksakan diri ke dokter apabila diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, terdapat darah pada feses, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti sangat haus, lemas, mulut kering, dan jarang buang air kecil.