3. Raspberry Ketone
Raspberry ketone adalah senyawa alami yang ditemukan dalam buah raspberry dan sering dipromosikan sebagai pembakar lemak. Namun, sebagian besar klaim tersebut hanya didasarkan pada penelitian tabung reaksi dan hewan.
Hingga saat ini, hanya ada satu studi pada manusia yang meneliti efek raspberry ketone terhadap penurunan berat badan.
Dalam penelitian tersebut, raspberry ketone dikombinasikan dengan berbagai bahan lain seperti kafein, jeruk pahit, jahe, bawang putih, cabai rawit, L-theanine, vitamin B, dan kromium.
Meski 45 peserta mengalami penurunan berat badan, tidak dapat dipastikan apakah hasil tersebut berasal dari raspberry ketone atau dari diet rendah kalori yang mereka jalani.
Dibanding mengonsumsi suplemen, memilih raspberry segar justru memberikan manfaat kesehatan yang lebih jelas dan aman.
4. Kafein dalam Bentuk Suplemen
Kafein mungkin menjadi stimulan paling populer dan banyak digunakan untuk mendukung penurunan berat badan.
Zat ini secara alami terdapat dalam kopi, teh, cokelat, dan beberapa suplemen herbal. Kafein diketahui dapat meningkatkan termogenesis, yaitu produksi panas tubuh yang membantu membakar kalori.
Namun, untuk merangsang pembakaran lemak secara signifikan, dibutuhkan dosis yang relatif tinggi.
Studi Nutrients tahun 2020 menyebutkan bahwa lebih dari 3 mg kafein per kilogram berat badan diperlukan untuk memicu pemecahan lemak.
Pada seseorang dengan berat sekitar 68 kg (150 pon), jumlah ini setara dengan sekitar 200 mg kafein atau dua cangkir kopi.
Masalahnya, suplemen kafein sering kali mengandung stimulan tambahan yang dapat meningkatkan risiko efek samping. Karena itu, mendapatkan kafein dari secangkir kopi atau teh jauh lebih aman dibanding mengandalkan suplemen.
Fokus pada Pendekatan Alami dan Berkelanjutan
Nah Growthmates, alih-alih bergantung pada suplemen, para ahli gizi menyarankan pendekatan yang lebih alami dan berkelanjutan.
Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam menurunkan berat badan.
Venhuizen merekomendasikan peningkatan konsumsi buah dan sayuran kaya serat, serta lemak sehat untuk membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Penafian:
Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi dan bukan pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah pola makan maupun penggunaan suplemen apa pun.