Growthmates, menurunkan berat badan bukan sekadar soal niat. Proses ini menuntut konsistensi, kesadaran, dan keputusan yang tepat, mulai dari pola makan, olahraga, hingga pemilihan suplemen.
Sayangnya, tidak semua suplemen yang mengklaim dapat 'mempercepat' penurunan berat badan benar-benar aman dan efektif.
Faktanya, banyak suplemen penurun berat badan yang harganya mahal, minim regulasi, dan manfaatnya belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah.
Dikutip dari EatingWell, ahli gizi mengungkapkan beberapa jenis suplemen yang justru sebaiknya dihindari jika Anda sedang menjalani program penurunan berat badan.
1. Ekstrak Biji Kopi Hijau
Ekstrak biji kopi hijau sering muncul dalam daftar suplemen pelangsing paling populer di internet.
Suplemen ini berasal dari biji kopi mentah yang belum dipanggang dan mengandung asam klorogenik, senyawa yang diyakini dapat mengurangi penyerapan lemak dan meningkatkan metabolisme.
“Ekstrak ini memang mengandung senyawa yang diklaim dapat membantu penurunan berat badan,” papar Ahli Gizi, Danielle Venhuizen, MS, RDN.
Namun, ia menegaskan bahwa bukti ilmiahnya masih terbatas.
Sebuah studi tahun 2020 yang dipublikasikan dalam Complementary Therapies in Medicine memang menemukan penurunan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) pada pengguna ekstrak kopi hijau.
Namun, tidak ditemukan penurunan signifikan pada persentase lemak tubuh. Artinya, penurunan berat badan tersebut kemungkinan berasal dari air atau massa otot, bukan lemak.
2. Garcinia Cambogia
Garcinia cambogia adalah buah tropis yang mengandung asam hidroksisitrat (HCA), senyawa yang diklaim mampu menekan nafsu makan dan menghambat pembentukan lemak.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat, tetapi hasilnya cenderung kecil dan tidak konsisten.
“Manfaatnya sangat terbatas dan penelitian yang ada saling bertentangan,” jelas Venhuizen.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sejumlah studi melaporkan adanya risiko gangguan hati akibat penggunaan suplemen ini dalam jangka panjang.
Dengan manfaat yang minim dan potensi risiko kesehatan yang serius, menghindari Garcinia cambogia menjadi pilihan yang lebih bijak.
Baca Juga: 5 Suplemen Kulit yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Tanpa Konsultasi Dokter