Di tengah kemudahan teknologi saat ini, anak-anak semakin terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cepat. Mulai dari belanja online hingga berbagai layanan digital, hampir semua kebutuhan dan keinginan bisa dipenuhi hanya dalam beberapa klik.
Meski praktis, kondisi ini juga membuat anak lebih sulit belajar bersabar dan memahami bahwa tidak semua hal bisa didapatkan secara instan.
Padahal, kemampuan menabung, menetapkan tujuan, dan menunda keinginan merupakan bekal penting untuk masa depan.
Karena itu, orang tua perlu mulai mengenalkan kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini agar anak tidak hanya pandai mengelola uang, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Dan, dikutip dari Times of India, Senin (8/6/2026), berikut 4 cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan hal tersebut kepada anak.
1. Bantu Anak Menetapkan Tujuan Menabung yang Jelas
Anak-anak cenderung lebih bersemangat menabung ketika mereka memiliki tujuan yang spesifik. Misalnya ingin membeli mainan favorit, sepeda baru, atau barang yang sudah lama mereka impikan.
Dengan adanya target yang jelas, anak dapat memahami bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan proses dan usaha. Orang tua dapat membantu dengan membuat rencana menabung sederhana dan menunjukkan perkembangan tabungan mereka dari waktu ke waktu.
Yang perlu diingat, anak sebaiknya diajarkan untuk berusaha mendapatkan hal yang mereka inginkan, bukan untuk kebutuhan pokok yang memang menjadi tanggung jawab orang tua.
2. Ajarkan Mereka Perbedaan antara Keinginan dan Kebutuhan
Memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan merupakan dasar penting dalam pendidikan keuangan.
Kebutuhan adalah hal-hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan sekolah.
Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dimiliki, tetapi tidak harus segera dipenuhi.
Orang tua dapat mengajarkan konsep ini dalam aktivitas sehari-hari, misalnya saat berbelanja kebutuhan rumah tangga. Libatkan anak dalam diskusi sederhana mengenai barang mana yang benar-benar diperlukan dan mana yang masih bisa ditunda pembeliannya.
Pemahaman ini akan membantu anak belajar membuat prioritas dan lebih menghargai nilai uang yang mereka miliki.
Baca Juga: 7 Tanda Burnout Akademik pada Anak dan Cara Orang Tua Mengatasinya