Paparan abu vulkanik juga dapat mengenai bagian wajah dan kulit. Karena itu, Dokter Tirta mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengusap atau menggosok wajah ketika terkena abu.
“Yang ketiga, jika abu mengenai wajah, sebaiknya gunakan masker wajah yang sesuai. Jangan langsung menggosoknya, karena dapat menyebabkan ruam pada kulit. Serius,” ujar Tirta.
Tak berkenti di situ, Dokter Tirta juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi udara dan menghindari aktivitas luar ruangan apabila paparan abu masih terjadi.
“Bagi kalian yang suka melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya sementara beralih ke aktivitas di dalam ruangan. Daripada mengambil risiko menghirup lebih banyak abu, kecuali kalian adalah atlet olahraga luar ruangan yang memang ingin tetap beraktivitas dengan menggunakan masker,” katanya.
Tirta menambahkan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi sekitar, termasuk ketika mencium bau yang tidak biasa akibat kondisi udara pascaaktivitas vulkanik.
“Dan yang keempat, jika tercium bau yang aneh, itu disebut abu vulkanik,” ujarnya.
Terakhir, Dokter Tirta pun mengajak masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk lebih berhati-hati, terutama dengan mengurangi paparan langsung dan menggunakan perlindungan yang diperlukan saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Stay healthy and stay safe,” tutup Dokter Tirta.
Baca Juga: Terlalu Banyak Gula Tanpa Olahraga? Ini Peringatan Dokter Tirta