2. Fokus pada Solusi, Bukan Ego
Salah satu alasan Pichai berhasil memimpin organisasi besar adalah kemampuannya menyatukan berbagai sudut pandang.
Ia dikenal lebih memilih kolaborasi daripada konfrontasi. Fokusnya bukan memenangkan perdebatan, melainkan menemukan solusi terbaik.
Banyak konflik menjadi rumit karena ego ikut terlibat. Ketika dikritik atau tidak disetujui, kita sering lebih sibuk membela diri daripada menyelesaikan masalah.
Dalam situasi seperti itu, cobalah bertanya pada diri sendiri, ‘Apa hasil yang sebenarnya saya inginkan?’.
Orang yang mampu tetap tenang biasanya lebih fokus pada hasil akhir daripada keinginan untuk selalu benar.
3. Pertahankan Perspektif Jangka Panjang
Di tengah persaingan AI dan tekanan besar yang dihadapi Google, Pichai jarang terlihat panik. Salah satu alasannya adalah karena ia terbiasa berpikir jangka panjang.
Banyak orang merasa cemas karena menganggap setiap kegagalan atau hambatan sebagai bencana besar. Padahal, sebagian besar masalah yang terlihat besar hari ini mungkin tidak lagi penting setahun mendatang.
Karier Pichai sendiri dibangun melalui proses panjang, dari tumbuh di Chennai, India, menempuh pendidikan teknik, hingga akhirnya menjadi CEO Google. Kesuksesan tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kemajuan yang konsisten.
Saat menghadapi situasi yang membuat stres, tanyakan pada diri sendiri, ‘Apakah ini masih akan penting satu tahun dari sekarang?’.
Sering kali, pertanyaan sederhana itu membantu menempatkan masalah dalam perspektif yang lebih sehat.
Baca Juga: Mengulik Kehidupan dan Perjalanan Karier CEO Google Sundar Pichai Serta Tips Sukses yang Dianutnya