Film Seni Merayu Tuhan persembahan Wahana Kreator Nusantara tengah tayang di bioskop. Diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, film yang dibintangi Ari Irham, Teuku Ryzki, dan Lutesha ini tak hanya mengangkat kisah tentang perjalanan mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga membuka ruang dialog tentang proses menjadi lebih baik yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Lewat karakter Hikmah dan Hotib, Ari Irham dan Teuku Ryzki pun melihat bahwa proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik tidak selalu berjalan lurus atau bisa dilakukan secara instan.

Hikmah yang diperankan Ari Irham, sedang mencari arah menuju hidup yang lebih baik. Sebelumnya, Hikmah merasa hidupnya baik-baik saja. Tapi setelah momen kematian ibunya, membuat hidup Hikmah hilang arah.

Hikmah pun akhirnya mendekatkan dirinya ke Tuhan. Tapi, karena ingin semuanya serba instan, justru segala kebaikan yang sudah ia buat justru membawanya semakin jauh dari makna tentang menjadi baik itu sendiri.

Baca Juga: Mengenal Habib Husein Ja'far Al Hadar, Pendakwah Muda yang Dekat dengan Berbagai Kalangan

“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini relate sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda. Tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah,” kata Ari Irham dikutip dari rilis yang diterima, Minggu (16/8/2026).