Bagi sebagian orang, menjaga kesehatan jantung sering kali diidentikkan dengan perubahan gaya hidup yang ekstrem dan menyiksa. Padahal, langkah nyata untuk melindungi jantung bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana di meja makan.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association menyebutkan bahwa mengonsumsi kombinasi buah alpukat dan mangga setiap hari ternyata dapat membantu meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung, khususnya bagi mereka yang berada di kondisi prediabetes.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Dr. Britt Burton-Freeman dari Illinois Tech yang dikutip dari laman Health, sebanyak 82 orang dewasa dengan kondisi prediabetes dipantau selama delapan minggu. Separuh dari peserta diminta mengonsumsi satu cangkir mangga dan satu cangkir alpukat setiap hari, sementara sisanya mengonsumsi makanan lain dengan jumlah kalori yang sama.

Baca Juga: Latihan Beban vs Kardio, Mana yang Lebih Penting untuk Jaga Otot hingga Jantung?

Hasilnya sangat menarik! Kelompok yang rutin mengonsumsi duet alpukat-mangga menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 1% pada uji Flow-Mediated Dilation (FMD). FMD adalah indikator medis untuk mengukur seberapa baik lapisan dalam pembuluh darah (endotelium) dapat merenggang dan rileks saat dialiri darah.

Secara klinis, setiap peningkatan 1% pada skor FMD dikaitkan dengan 13% penurunan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke.

Tak hanya itu, khusus bagi peserta pria di kelompok alpukat-mangga, mereka juga mengalami penurunan tekanan darah diastolik (angka bawah pada alat tensi) yang cukup signifikan.

Mengapa Keduanya Saling Melengkapi?

Para ahli gizi menjelaskan bahwa buah alpukat dan mangga bekerja secara sinergis alias saling menguatkan satu sama lain di dalam tubuh:

  • Kaya Kalium & Vitamin C: Kedua zat gizi ini dikenal sangat baik untuk mendukung kinerja fungsi endotelium dalam mengatur aliran darah.

  • Lemak Sehat sebagai "Kunci" Penyerapan: Alpukat kaya akan lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fat). Lemak sehat ini bertindak sebagai pelarut yang membantu tubuh menyerap senyawa aktif pelindung sel (fitokimia) yang melimpah pada buah mangga secara jauh lebih optimal.

Menepis Mitos "Buah Manis Buruk untuk Gula Darah"

Studi ini juga sekaligus mematahkan anggapan keliru yang selama ini beredar di masyarakat bahwa penderita gangguan metabolisme atau prediabetes harus menjauhi buah-buahan manis seperti mangga.

Asalkan dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan utuh (bukan jus instan dengan gula tambahan), serat tinggi pada mangga serta lemak sehat pada alpukat justru membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengontrol nafsu makan tanpa mengganggu stabilitas gula darah harianmu.