6. Latihan Mengubah Struktur Otak
Belajar bukan sekadar menambah informasi, tetapi membangun ulang jalur saraf di otak. Latihan yang berulang dan bermakna memperkuat jalur-jalur tersebut secara bertahap.
Namun, latihan harus dilakukan dengan kesadaran dan usaha. Mengulang tanpa berpikir hanya menciptakan rasa akrab, bukan penguasaan.
Itulah sebabnya latihan yang menantang justru lebih efektif dibandingkan latihan yang terlalu mudah.
7. Tidur Adalah Bagian dari Proses Belajar
Belajar tidak berhenti ketika sesi belajar selesai. Saat tidur, otak memutar ulang dan memperkuat koneksi saraf yang baru terbentuk.
Kurang tidur justru melemahkan hasil belajar, tak peduli seberapa keras usaha yang dilakukan sebelumnya. Temuan ini menantang budaya yang memuliakan begadang.
Dikatakan Dehaene, tidur bukan sekadar pemulihan, melainkan bagian inti dari proses belajar itu sendiri.
8. Motivasi Mengarahkan Perhatian dan Memori
Otak cenderung memprioritaskan hal-hal yang dianggap bermakna. Ketika seseorang memahami mengapa sesuatu penting, perhatian meningkat dan pembentukan memori menjadi lebih kuat.
Motivasi tidak selalu harus berupa kegembiraan besar. Tujuan yang jelas atau relevansi materi sudah cukup membuat otak mengalokasikan energi untuk belajar.
9. Anak-Anak Adalah Ilmuwan Alami
Sejak kecil, manusia secara alami melakukan eksperimen, seperti mencoba, mengamati hasil, lalu memperbaiki pemahaman. Anak-anak secara intuitif bertindak seperti ilmuwan kecil.
Kemampuan ini berkembang ketika rasa ingin tahu didukung, bukan ditekan. Pendidikan yang terlalu kaku justru bisa menghambat eksplorasi alami tersebut.
Menurut Dehaene, pembelajaran efektif mendorong pertanyaan, permainan, dan eksperimen.
10. Pengajaran Harus Mengikuti Cara Otak Bekerja
Pelajaran terpenting dari buku ini adalah bahwa pendidikan perlu selaras dengan ilmu kognitif. Banyak metode pengajaran tetap digunakan meski bukti menunjukkan ketidakefektifannya.
Ketika pengajaran dirancang sesuai cara kerja otak, memanfaatkan perhatian, umpan balik kesalahan, latihan, dan motivasi, maka hasil belajar menjadi jauh lebih baik.
Menurut Dehaene, kemajuan tidak muncul dari tekanan, melainkan dari desain pembelajaran yang sejalan dengan arsitektur alami otak.
Nah Growthmates, buku How We Learn tidak menawarkan jalan pintas menuju kecerdasan instan. Sebaliknya, buku ini memberikan sesuatu yang lebih berharga, yakni kejelasan tentang bagaimana pembelajaran benar-benar bekerja di dalam otak.
Dengan memahami mekanismenya, kita bisa meninggalkan kebiasaan belajar yang tidak efektif dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Ketika usaha belajar selaras dengan biologi otak, kemajuan terasa lebih stabil, lebih dalam, dan jauh lebih berkelanjutan.
Baca Juga: 13 Prinsip Penentu Kekayaan dan Kesuksesan dari Buku 'Think and Grow Rich' Karya Napoleon Hill