6. Why Am I Like This? karya Gemma Styles

Gemma Styles mengulas kesehatan mental dan neurodiversitas dengan pendekatan yang empatik dan mudah dipahami. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam memproses dunia di sekitarnya.

Melalui perpaduan kisah pribadi dan wawasan para ahli, buku ini membantu mengurangi stigma terhadap kondisi mental dan perbedaan neurologis.

Pembaca diajak untuk lebih memahami diri sendiri sekaligus membangun sikap welas asih terhadap pengalaman batin mereka.

7. Financial Wellness And How To Find It karya Melanie Eusebe

Melanie Eusebe menekankan bahwa kesehatan finansial bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang hubungan emosional seseorang dengan uang.

Buku ini menawarkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pola pikir, penganggaran, dan perencanaan jangka panjang.

Pembaca dibimbing untuk menyelaraskan pengeluaran dengan nilai hidup serta mengurangi kecemasan terkait utang dan ketidakpastian ekonomi.

Buku ini menjadi panduan praktis menuju kestabilan finansial dan ketenangan pikiran.

8. Out of Office karya Anne Helen Petersen & Charlie Warzel

Buku ini membahas perubahan besar dalam dunia kerja modern, terutama setelah meningkatnya praktik kerja jarak jauh. Anne Helen Petersen dan Charlie Warzel mengulas bagaimana budaya kerja berlebihan sering ikut terbawa ke dalam kehidupan pribadi.

Selain mengkritisi sistem kerja modern, buku ini juga menawarkan visi masa depan yang lebih seimbang. Pembaca diajak memikirkan kembali hubungan antara pekerjaan dan identitas pribadi.

9. The Book You Wish Your Parents Had Read karya Philippa Perry

Philippa Perry menghadirkan panduan tentang hubungan yang berakar pada pemahaman emosional. Meski berfokus pada pengasuhan anak, buku ini juga membahas bagaimana pengalaman masa kecil memengaruhi hubungan kita saat dewasa.

Dengan menekankan pentingnya empati dan validasi emosi, Perry membantu pembaca membangun hubungan yang lebih sehat dengan anak, pasangan, maupun diri sendiri. Buku ini relevan bagi siapa pun yang ingin memutus pola hubungan yang tidak sehat.

10. Stop Lying to Yourself karya Simon Gilham

Simon Gilham menawarkan pendekatan yang jujur dan langsung melalui 101 refleksi singkat tentang kebenaran yang sering dihindari.

Buku ini menantang pembaca untuk berhenti membuat alasan dan mulai bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Setiap bagian dirancang sebagai dorongan untuk melakukan perubahan nyata, terutama bagi mereka yang merasa jenuh dengan motivasi kosong tanpa tindakan.