Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orang tua. Padahal, saluran cerna anak merupakan sistem yang kompleks dan masih terus berkembang, serta memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari. Ketidakseimbangan mikrobiota usus sejak dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berulang yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. Selain itu, periode awal kehidupan merupakan critical window dalam pembentukan mikrobiota usus, di mana saluran cerna lebih sensitif terhadap perubahan pola makan dan lingkungan, sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar berkembang optimal sesuai usia anak.
Sejalan dengan tema World Digestive Health Day (WDHD) 2026, Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengajak orang tua untuk lebih memahami pentingnya kesehatan saluran cerna anak sebagai fondasi utama tumbuh kembang optimal. Danone SN Indonesia terus menghadirkan berbagai inisiatif berbasis sains melalui edukasi, publikasi ilmiah, serta inovasi produk dan digital. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH - Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menyampaikan bahwa peningkatan literasi masyarakat terkait kesehatan saluran cerna menjadi kunci dalam membantu orang tua lebih memahami kondisi anak secara menyeluruh.
Baca Juga: Danone Indonesia dan IPB University Perkuat SDM Kesehatan Lewat Program Internship Nutrisionis
“Kami menyadari bahwa kekhawatiran orang tua terhadap anak yang kurang nafsu makan, kurang nyaman, atau pertumbuhannya belum optimal sering kali berakar dari masalah pencernaan yang tidak disadari. Melalui edukasi berbasis sains, inovasi digital seperti AI Poop Tracker, serta produk nutrisi yang diformulasikan dengan kandungan prebiotik seperti pada rangkaian Bebelac, kami berupaya membantu orang tua dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak secara praktis dan berkelanjutan, kami ingin membantu orang tua memantau kondisi saluran cerna anak dengan lebih mudah dan mengambil langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua - Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan, “Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari. Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak."
Ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak. Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik.
Kombinasi Triple Prebiotics seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri baik, seperti Ruminococcaceae, Bifidobacterium, dan Lactobacillus. Kombinasi ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran cerna, sehingga berkontribusi terhadap penyerapan nutrisi yang optimal. Secara ilmiah, prebiotik bekerja dengan memodulasi komposisi mikrobiota usus dan meningkatkan produksi senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Untuk membantu orang tua lebih mudah mengenali kondisi pencernaan anak, diperkenalkan konsep Triple Signs sebagai indikator sederhana kesehatan saluran cerna anak, yakni:
- Golden Poop, yaitu warna dan konsistensi feses yang normal, ditandai dengan warna kuning keemasan serta bentuk dan tekstur yang tidak terlalu cair maupun tidak terlalu keras;
- Tanda kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak;
- Tanda ketiga adalah risiko gangguan saluran cerna yang lebih rendah.
Ketiga tanda tersebut merefleksikan keseimbangan mikrobiota usus yang baik, fungsi pencernaan yang optimal, dan kondisi saluran cerna yang sehat. Ketika ketiga tanda ini tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat serta mencegah potensi dampak lebih lanjut.
Lebih jauh, kesehatan saluran cerna tidak hanya berdampak pada proses pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup anak secara menyeluruh. Melalui saluran cerna yang sehat, anak berpotensi merasakan manfaat yang lebih luas atau dikenal sebagai Triple Benefits, yaitu Good Mood di mana anak merasa lebih nyaman, ceria, dan aktif karena fungsi pencernaan yang baik, Good Development yang mencerminkan perkembangan kognitif yang optimal dan ditandai dengan kemampuan motorik dan bersosialisasi yang baik, serta Good Growth yang ditandai dengan pertumbuhan fisik, termasuk berat dan tinggi badan, yang ideal karena penyerapan nutrisi yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan memiliki kaitan erat dengan berbagai aspek tumbuh kembang anak.