Salah satu penyebab utamanya, kata dia, adalah kebiasaan merokok, termasuk penggunaan rokok elektrik atau vape.
"Masih muda, masih belum menopause, tapi serangan jantung. Kenapa? Karena merokok. Ngerokok, nge-vape, itu merusak keseimbangan hormon seorang wanita. Akhirnya menyebabkan peradangan dan penyempitan pembuluh darah yang terjadi lebih cepat dibandingkan seharusnya," jelasnya.
Menurut dr. Bobby, kebiasaan merokok membuat wanita kehilangan perlindungan alami yang sebenarnya dimiliki berkat hormon estrogen. Karena itu, ia mengimbau wanita untuk menghindari rokok agar manfaat perlindungan tersebut tidak hilang.
"Buat teman-teman wanita yang mau merokok, baiknya jangan. Sayang, karena sebenarnya sudah ada proteksi alami dari tubuh. Sayang kalau dirusak," katanya.
Selain rokok, dr. Bobby juga menegaskan bahwa penyakit seperti diabetes dan hipertensi turut meningkatkan risiko penyakit jantung.
“Kedua kondisi tersebut berkaitan erat dengan proses peradangan kronis yang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat terbentuknya penyumbatan,” tandasnya.
Baca Juga: Perselingkuhan Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung? Dokter Spesialis Ungkap Fakta Ilmiahnya