Banyak orang mengira penyakit jantung lebih identik dengan pria. Padahal, risiko penyakit jantung pada wanita juga dapat meningkat drastis setelah memasuki masa menopause.

Penurunan hormon estrogen membuat perlindungan alami terhadap pembuluh darah berkurang, sehingga risiko penyakit jantung koroner menjadi setara dengan pria.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Hermina Depok, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), menjelaskan bahwa hormon estrogen berperan penting dalam melindungi kesehatan jantung wanita selama masa reproduksi.

"Kabar baik buat teman-teman wanita, selama belum menopause, risiko penyakit jantungnya rendah banget. Yang membedakan kita dengan istri kita itu hormon estrogen mereka. Ketika menopause, estrogen turun, sehingga risiko seorang wanita mengalami penyakit jantung koroner menjadi sama dengan laki-laki," ungkap dr. Bobby, dikutip dari laman Instagram @radityadika, Kamis (23/7/2026).

Menurut dr. Bobby, estrogen membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sehingga wanita cenderung mengalami serangan jantung lebih sedikit dibandingkan pria pada usia yang lebih muda.Namun, manfaat tersebut mulai berkurang ketika produksi estrogen menurun saat menopause.

Meski demikian, dr. Bobby mengingatkan bahwa bukan berarti wanita muda sepenuhnya terbebas dari risiko penyakit jantung. Dalam praktiknya, ia masih menemukan pasien wanita yang belum menopause tetapi sudah mengalami serangan jantung.

Baca Juga: Kardio atau Angkat Beban, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung? Ini Kata Dokter

Salah satu penyebab utamanya, kata dia, adalah kebiasaan merokok, termasuk penggunaan rokok elektrik atau vape.

"Masih muda, masih belum menopause, tapi serangan jantung. Kenapa? Karena merokok. Ngerokok, nge-vape, itu merusak keseimbangan hormon seorang wanita. Akhirnya menyebabkan peradangan dan penyempitan pembuluh darah yang terjadi lebih cepat dibandingkan seharusnya," jelasnya.

Menurut dr. Bobby, kebiasaan merokok membuat wanita kehilangan perlindungan alami yang sebenarnya dimiliki berkat hormon estrogen. Karena itu, ia mengimbau wanita untuk menghindari rokok agar manfaat perlindungan tersebut tidak hilang.

"Buat teman-teman wanita yang mau merokok, baiknya jangan. Sayang, karena sebenarnya sudah ada proteksi alami dari tubuh. Sayang kalau dirusak," katanya.

Selain rokok, dr. Bobby juga menegaskan bahwa penyakit seperti diabetes dan hipertensi turut meningkatkan risiko penyakit jantung.

“Kedua kondisi tersebut berkaitan erat dengan proses peradangan kronis yang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat terbentuknya penyumbatan,” tandasnya.

Baca Juga: Perselingkuhan Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung? Dokter Spesialis Ungkap Fakta Ilmiahnya