Bagi Irene, kolaborasi semacam ini memiliki arti penting karena tidak hanya berkaitan dengan kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus mengekspor kebudayaan Indonesia.
Dengan memanfaatkan kekuatan IP global, budaya lokal diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
“Dan itu merupakan satu keperluan buat kita, karena melestarikan dan mengekspor kebudayaan kita supaya seluruh Indonesia, seluruh dunia tahu mengenai kearifan lokal kita dan kebudayaan Indonesia,” kata Irene.
Tak hanya budaya, Irene juga mengungkapkan perkembangan kolaborasi Indonesia dengan industri gim global. Ia menyebut Kementerian Ekonomi Kreatif telah menjalin hubungan dengan Nintendo melalui Japan Connections. Menurutnya, masuknya Nintendo secara resmi ke Indonesia membuka peluang baru bagi pengembang gim lokal.
Irene menjelaskan, kehadiran development kit atau dev kit Nintendo di Indonesia menjadi langkah penting karena perangkat tersebut memungkinkan pengembang gim untuk melakukan proses porting atau mengonversi gim yang mereka kembangkan di komputer agar dapat dimainkan pada konsol.
“Dev kit itu merupakan satu tools yang penting sekali untuk game developer Indonesia mem-porting atau meng-convert game file tersebut dari yang mereka produksi di komputer bisa masuk ke dalam konsol games,” jelasnya.
Menurut Irene, akses terhadap dev kit secara resmi dapat membuka jalan bagi pengembang gim Indonesia untuk membawa karya mereka ke pasar global.
“Dengan adanya game konsol ini, game dev kit yang masuk ke Indonesia, maka secara resmi game developer Indonesia punya portal untuk menuju ke seluruh dunia,” ujar Irene.
Rangkaian kolaborasi antara Indonesia dengan ekosistem Pokémon dan industri kreatif Jepang tersebut juga akan berlanjut dalam agenda World Conference of Creative Economy pada Oktober mendatang. Irene mengatakan, momentum tersebut akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia kepada dunia.
Irene mengungkapkan, World Conference of Creative Economy akan berlangsung pada 21–23 Oktober dalam rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Dalam forum tersebut, berbagai pihak dari mancanegara akan datang ke Indonesia untuk melihat perkembangan ekonomi kreatif sekaligus potensi industri kreatif nasional.
Menariknya, Pokémon akan turut mengambil bagian dalam agenda tersebut dengan menghadirkan pengalaman PokéWayang kepada para peserta.
“Pokémon akan menunjukkan pengalaman wayang Pokémon untuk pertama kalinya di World Conference of Creative Economy yang diadakan tanggal 21 ke tanggal 23,” pungkas Irene.
Baca Juga: Nintendo Masuk Indonesia, Wamenkraf RI Soroti Peluang Ekspor Game Buatan Anak Bangsa