Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menyambut antusias kolaborasi antara Pokémon dan budaya Indonesia melalui PokéWayang.

Dikatakan Irene, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui karakter dan intellectual property (IP) yang telah dikenal luas di dunia.

Irene mengungkapkan, kolaborasi dengan Pokémon bukanlah kerja sama pertama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan IP asal Jepang tersebut.

Ia mengatakan, hubungan keduanya telah terjalin melalui sejumlah kolaborasi sebelumnya, termasuk bersama Garuda Indonesia dan pengembangan batik dengan karakter Pikachu.

“Saya hari ini happy banget, bukan pertama kali di acaranya Pokémon, dan tentunya Pokémon merupakan salah satu partner dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” terang Irene, saat Acara Pokemon Business Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027 yang digelar di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dipaparkan Irene, gagasan untuk menghadirkan unsur budaya Indonesia dalam Pokémon bermula ketika pihaknya berdiskusi dengan perwakilan Pokémon mengenai kemungkinan menghadirkan batik dalam karakter Pokémon.

Namun, kata dia, ketika pembahasan mulai mengarah pada wayang, Irene menyadari perlunya melibatkan pihak yang memahami pakem dan tradisi wayang Indonesia.

“Saat kita berbicara di kantornya, kita bersama Mr. Susumu Fukunaga (Corporate Officer The Pokémon Company), dia mengatakan bahwa kita ingin tahu Pokémon itu ada batiknya. Tapi, mau juga menghormati pakemnya wayang Indonesia, itu harus ngobrol sama siapa ya. Saya cuma kepikiran satu orang, Pak Fadli Zon,” katanya.

Irene kemudian menghubungi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, untuk membuka pembicaraan mengenai rencana tersebut. Dari komunikasi itu, proses kolaborasi berkembang dengan melibatkan sejumlah pihak yang memiliki pemahaman mengenai wayang dan kebudayaan Indonesia.

“Waktu itu kita langsung teleponan. Pak Fadli, ini ada yang ingin belajar tentang wayang Indonesia dan memproduksinya supaya wayang Indonesia bisa terkenal sampai ke Jepang, sampai ke seluruh dunia,” tutur Irene.

Fadli Zon kemudian memperkenalkan Irene dan pihak Pokémon kepada pakar wayang, Ki Basuki. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan kolaborasi hingga akhirnya PokéWayang hadir.

“Dan dengan adanya Pikachu, semoga anak-anak muda kita merasakan teleponan tersebut dan jatuh cinta kembali kepada wayang. Dari sana Pak Fadli perkenalkan ke Pak Basuki, Pak Basuki juga langsung ke kantor, dan waktu itu kolaborasi langsung berlanjut,” ujar Irene.

Ia mengatakan, setelah melalui proses selama beberapa bulan, kolaborasi tersebut akhirnya dapat diperkenalkan kepada publik. Irene menilai momentum tersebut menjadi bukti bahwa budaya Indonesia dapat dikemas secara kreatif melalui kolaborasi dengan IP global tanpa kehilangan identitasnya.

“Dan dari sana beberapa bulan kemudian maka hadirlah kita di hari ini. Dan hari ini tentunya hari yang sangat membuat hati sekali, karena kolaborasi ini bukan yang pertama kali antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Pokémon,” katanya.

Selain wayang, Irene juga menyoroti kolaborasi Pokémon dengan batik. Karakter Pikachu yang mengenakan batik disebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda sekaligus memperkenalkannya ke pasar global.

“Ini juga salah satu bentuk supaya batik dicintai oleh anak-anak kita dan juga bisa sampai ke seluruh dunia,” ujar Irene.

Menurut Irene, upaya tersebut telah menunjukkan jangkauan internasional. Ia menyebut karakter Pikachu dengan busana batik bahkan telah hadir di Jepang, termasuk Tokyo.

“Pada awal tahun ini ya, atau akhir tahun kemarin, batik ini, Pikachu yang menggunakan batik itu sampai ke Jepang loh, ke Tokyo loh,” tuturnya.

Baca Juga: The Pokémon Company Siapkan 5 Proyek Baru di Indonesia, dari Poké Wayang hingga Pokémon RUN 30