Tekanan ekonomi yang masih berlangsung membuat banyak masyarakat Indonesia lebih fokus memenuhi kebutuhan jangka pendek dibandingkan menyusun rencana keuangan masa depan.

Studi Financial Resilience Index 2026 dari Sun Life Indonesia menunjukkan sebanyak 48% responden belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan keuangan hingga satu tahun ke depan.

Baca Juga: Hanya 14% Masyarakat Indonesia yang Merasa Sangat Aman Secara Finansial, Sisanya?

Temuan tersebut sejalan dengan prioritas keuangan masyarakat dalam 12 bulan mendatang. Sebanyak 56% responden menyebut pengelolaan pengeluaran sehari-hari sebagai fokus utama, mengungguli kegiatan menabung, investasi, maupun tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Di sisi lain, manfaat perencanaan jangka panjang terlihat cukup signifikan. Sebanyak 86% responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang merasa yakin dapat mencapai tujuan finansial mereka. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa perencanaan keuangan yang hanya mencapai 25%.

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan masyarakat perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan keuangan masa depan.

Baca Juga: Tertinggi di Asia, Masyarakat Indonesia Gunakan Bantuan AI untuk Panduan Keuangan

“Temuan ini mencerminkan bagaimana banyak masyarakat Indonesia menyeimbangkan kebutuhan finansial jangka pendek dengan tujuan jangka panjang,” ujar Albertus.

Menurutnya, perencanaan keuangan yang matang dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat sekaligus menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.

"Kesiapan finansial menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan finansial yang lebih kuat," tutupnya.