Growthmates, sebuah gagasan tentang aplikasi yang memungkinkan para miliarder membantu melunasi tagihan masyarakat kurang mampu tengah menjadi perbincangan di media sosial. Konsepnya terbilang unik. Masyarakat dapat mengunggah tagihan yang belum terbayar, mulai dari biaya sewa rumah hingga listrik dan air. Sementara itu, para miliarder bisa memilih tagihan yang ingin mereka lunasi hanya dengan menggeser layar ponsel.
Namun, gagasan tersebut ramai dikaitkan dengan nama miliarder teknologi Elon Musk. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa CEO Tesla dan SpaceX itu mengusulkan pembuatan aplikasi yang mempertemukan orang-orang dengan kesulitan keuangan dan para miliarder yang bersedia membantu membayar utang mereka.
Dikutip dari laman vietnam.vn, Kamis (5/11/2026), hingga kini belum ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Elon Musk pernah mengajukan proposal tersebut. Musk juga belum memberikan pernyataan atau komentar terkait informasi yang beredar di media sosial.
Kesalahpahaman ini diduga muncul karena nama Musk turut dicantumkan dalam salah satu proyek aplikasi yang mengusung konsep tersebut. Padahal, gagasan awalnya justru berasal dari seorang pengguna platform X bernama Destiny Ndlovu.
Pada 22 Oktober, Ndlovu mengunggah sebuah ide yang mengundang perhatian warganet. Ia membayangkan adanya aplikasi yang memungkinkan masyarakat mengunggah tagihan mereka, kemudian para miliarder yang memiliki kelebihan uang dapat memilih tagihan mana yang ingin dibayarkan.
"Seharusnya ada aplikasi yang memungkinkan orang untuk mengunggah tagihan sehingga para miliarder yang bosan dapat menggeser ke kanan dan membayarnya," tulis Ndlovu dalam unggahannya.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik. Ide yang awalnya disampaikan secara sederhana itu meraih lebih dari dua juta tayangan, disertai puluhan ribu komentar dan interaksi dari pengguna media sosial.
Menariknya, gagasan tersebut tidak berhenti sebagai lelucon di dunia maya. Sejumlah pengembang kemudian mengembangkannya menjadi konsep aplikasi dan situs web nyata. Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah Pay My Billy.
Platform ini dirancang untuk memungkinkan pengguna mengunggah berbagai tagihan yang belum dibayar, seperti biaya sewa rumah, listrik, air, hingga kebutuhan lainnya. Di sisi lain, para kontributor dapat memilih tagihan yang ingin mereka bantu melalui mekanisme menggeser atau swipe pada layar.
Namun, ada satu hal yang membuat nama Elon Musk semakin melekat dengan proyek tersebut. Pay My Billy menggunakan slogan yang berbunyi, 'Di dunia yang penuh Musk, jadilah seorang Medici'.
Istilah Medici merujuk pada keluarga perbankan terkemuka pada era Renaisans di Italia. Keluarga ini dikenal sebagai pelindung seni dan budaya, termasuk mendukung sejumlah seniman besar seperti Michelangelo dan Botticelli.
Baca Juga: Elon Musk Sebut Menabung untuk Pensiun Gak Ada Gunanya, Ini Alasannya
Melalui slogan tersebut, Pay My Billy ingin menyampaikan pesan bahwa orang-orang kaya sebaiknya tidak hanya berfokus mengumpulkan kekayaan, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Meski demikian, keberadaan Pay My Billy saat ini masih sebatas platform demonstrasi interaktif. Aplikasi tersebut belum memproses transaksi menggunakan uang sungguhan.
Dalam ketentuan penggunaannya, Pay My Billy menjelaskan bahwa para miliarder yang ditampilkan di dalam aplikasi merupakan karakter fiktif. Artinya, aktivitas menggeser layar untuk memilih tagihan belum benar-benar menghasilkan pembayaran kepada pengguna.
Tim pengembang disebut masih berupaya mendapatkan pendanaan serta menyelesaikan berbagai persyaratan yang diperlukan sebelum layanan tersebut dapat diluncurkan secara nyata.
Sementara itu, Elon Musk sendiri memang sempat membicarakan masa depan ekonomi dan kekayaan, tetapi dalam konteks yang berbeda. Pada 29 Oktober, melalui akun X pribadinya, Musk menyampaikan pandangannya mengenai potensi kecerdasan buatan (AI) dan robot dalam menciptakan era kelimpahan materi.
Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut berpotensi membuat manusia tidak lagi perlu terlalu mengkhawatirkan persoalan mengumpulkan uang maupun menabung untuk masa pensiun.
"Menabung untuk masa depan yang jauh tidak ada gunanya ketika era kelimpahan berkat kecerdasan super telah tiba," tulis CEO Tesla dan SpaceX tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan pandangan Musk mengenai perubahan ekonomi di masa depan akibat kemajuan teknologi. Namun, tidak ada kaitan langsung yang dapat membuktikan bahwa ia merupakan pencetus aplikasi Pay My Billy.
Dengan demikian, kabar mengenai proposal Elon Musk untuk membuat aplikasi yang memungkinkan para miliarder membayar tagihan masyarakat kurang mampu belum dapat dibenarkan. Gagasan tersebut berasal dari unggahan Destiny Ndlovu di X, sementara nama Musk muncul dalam materi promosi proyek Pay My Billy.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi yang viral di media sosial belum tentu menggambarkan fakta sebenarnya, terutama ketika nama tokoh terkenal dicantumkan tanpa konteks dan sumber yang jelas.
Baca Juga: Elon Musk Punya Saran untuk Anak Muda Usia 20-an di Era AI, Apa Itu?