Miliarder teknologi Elon Musk kembali membuat pernyataan kontroversial. Bos Tesla dan SpaceX tersebut menyebut kebiasaan menabung untuk masa depan, termasuk mempersiapkan dana pensiun, kemungkinan tidak lagi diperlukan. Alasannya, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot diprediksi bakal menciptakan kelimpahan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui akun X miliknya dikutip Senin (02/11/2026). Ia merespons unggahan pengguna bernama @battleangelviv yang bercanda soal kebiasaan berbelanja boros karena meyakini masa depan akan dipenuhi kemakmuran berkat AI.

"Menabung uang untuk masa depan yang jauh itu sia-sia karena kecerdasan super akan membuat segalanya serba berlimpah," balas Musk.

Menurut Musk, kemajuan AI dan robotika akan mengubah tatanan ekonomi dunia secara fundamental. Mesin yang semakin canggih nantinya mampu memproduksi barang dan menyediakan layanan dalam jumlah sangat besar, sehingga uang tidak lagi menjadi faktor utama dalam memenuhi kebutuhan manusia.

Baca Juga: Elon Musk Punya Saran untuk Anak Muda Usia 20-an di Era AI, Apa Itu?

Pandangan Musk mengenai masa depan tanpa kelangkaan ekonomi sebenarnya bukan hal baru. Ia beberapa kali menyampaikan prediksi bahwa AI dan robot akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan manusia sekaligus meningkatkan produktivitas secara drastis.

Dalam podcast bersama pengusaha Peter Diamandis pada Januari 2026, Musk membayangkan kondisi ketika manusia tidak lagi harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"AI dan robot akan memproduksi begitu banyak barang dan menyediakan begitu banyak layanan, sampai-sampai mereka kehabisan hal untuk dikerjakan bagi manusia," katanya.

Musk menjelaskan, robot memiliki kemampuan bekerja tanpa mengenal lelah dengan biaya operasional relatif rendah. Kondisi tersebut diyakini dapat memangkas ongkos produksi secara signifikan.

Jika produksi barang dan jasa terus meningkat hingga melampaui permintaan, harga berbagai kebutuhan berpotensi turun drastis. Dalam skenario yang dibayangkannya, harga sejumlah produk bahkan bisa mendekati nol.

"Saya pikir uang akan berhenti relevan pada suatu titik di masa depan," ujarnya.

Baca Juga: 5 Keterampilan Kewirausahaan yang Bisa Dipelajari dari Elon Musk untuk Membangun Karier Sukses

Dalam perbincangan tersebut, Diamandis sempat bercanda dengan menyinggung kemungkinan Musk menjadi seorang multi-triliuner. Ia kemudian bertanya apakah uang akan kehilangan nilainya dalam kondisi ekonomi seperti itu.

"Ya, kurang lebih begitu," jawab Musk, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Times of India.

Pernyataan Musk bahkan lebih jauh dari sekadar prediksi hilangnya relevansi uang. Ia pernah menyarankan masyarakat agar tidak terlalu khawatir mengumpulkan tabungan untuk masa pensiun dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

"Jangan khawatir menyisihkan uang untuk pensiun dalam 10 atau 20 tahun. Itu tidak akan berarti," ujarnya.

Pernyataan tersebut tentu memancing perhatian karena selama ini dana pensiun dan tabungan jangka panjang dianggap sebagai salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan pribadi.

Namun, pandangan Musk didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan teknologi akan menciptakan kondisi ekonomi dengan produksi yang sangat melimpah. Artinya, kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan saat ini.

Di sisi lain, Musk juga menyadari bahwa otomatisasi berbasis AI berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan manusia. Untuk mengantisipasi dampaknya, ia mengusulkan konsep universal high income atau pendapatan tinggi universal.

Dalam pernyataannya pada April 2026, Musk menyebut bantuan tunai langsung dari pemerintah sebagai salah satu cara menghadapi pengangguran akibat perkembangan AI.

"Pendapatan tinggi universal lewat bantuan tunai dari pemerintah adalah cara terbaik menghadapi pengangguran yang disebabkan AI," tulisnya.

Baca Juga: Diungkap Sang Ibu, Elon Musk Ternyata Punya Kebiasaan ‘Tak Biasa’ Sejak Kecil, Apa Itu?

Menurut Musk, kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat tetap menikmati hasil kemakmuran ekonomi meskipun sebagian pekerjaan telah digantikan oleh mesin.

Ia juga memperkirakan bantuan tunai tersebut tidak akan memicu inflasi apabila peningkatan produksi barang dan jasa oleh AI serta robot jauh melampaui pertambahan jumlah uang beredar.

Meski demikian, masa depan yang dibayangkan Musk bukan tanpa persoalan. Ia turut menyinggung potensi keresahan sosial dan krisis makna hidup ketika manusia tidak lagi harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, dalam wawancara pada Juli 2026, Musk memperkirakan uang mungkin tidak lagi menjadi sesuatu yang penting pada 2036. Bagaimana pandanganmu, Growthmates?