Vatikan resmi menyatakan sikap mereka terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Vatikan dengan tegas mengatakan tidak bakal bergabung dan berpartisipasi  dengan organisasi tersebut karena berbagai alasan. 

Salah satu alasan paling mendasar yang bikin Vatikan ogah gabung BoP lantaran mereka menilai penanganan krisis kemanusian di Gaza menjadi kewenangan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan BoP organisasi dadakan besutan Amerika Serikat itu. 

Baca Juga: Misi Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Lewat ISF Diintai Sederet Risiko Besar

“(Takhta Suci Vatikan) tidak akan berpartisipasi dalam Board of Peace karena statusnya yang khusus, yang jelas berbeda dari negara-negara lain," kata Diplomat tertinggi Vatikan Kardinal Pietro Parolin dilansir Reuters Kamis (19/2/2026). 

Penanganan krisis kemanusian di Gaza oleh BoP bikin Vatikan khawatir, masalah internasional sebagaimana yang terjadi di Gaza seharusnya menjadi  kewenangan PBB dan tak boleh diambil alih organisasi lain untuk menghindari kepentingan-kepentingan terselubung. 

"Salah satu kekhawatirannya adalah bahwa di tingkat internasional, seharusnya PBB yang mengelola situasi-situasi krisis ini. Ini merupakan salah satu poin yang terus kami tekankan," ujar Kardinal Pietro. 

Vatikan saat ini dipimpin oleh Paus Leo XIV, yang merupakan paus pertama asal Amerika Serikat memang terkenal mengkritik sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump.

Paus Leo XIV juga berulang kali mengecam kondisi di Gaza. Paus Leo XIV sendiri telah diundang untuk bergabung Board of Peace tersebut pada Januari lalu.

Pencetusan BoP memang dikritik keras sejumlah pihak, sebab organisasi itu dinilai bakal melemahkan PBB. Hal it yang membuat sejumlah negara sekutu AS menolak gabung organisasi tersebut. 

Baca Juga: Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

Namun di sisi lain beberapa negara Arab dan Timur Tengah sekutu dekat Washington hingga negara lainnya seperti Indonesia tetap bergabung dengan dewan tersebut.