Salah satu pelaku usaha yang mengikuti uji coba Teman AI adalah Fridayanti, Founder Ara Cookies. Ia menilai, keunggulan platform tersebut terletak pada kemampuannya memberikan panduan yang mudah dipahami dan relevan dengan persoalan bisnis sehari-hari.
“Teman AI tidak memberi jawaban teori umum yang mengawang-awang, melainkan bimbingan konkret yang sangat masuk akal bagi bisnis kecil saya dengan bahasa yang mudah,” tutur Fridayanti.
Ia mengatakan penggunaan Teman AI membantunya memperoleh arah yang lebih jelas dalam menjalankan promosi sekaligus menghitung margin dan HPP.
“Dari pusing mikirin promosi dan menghitung margin/HPP, sekarang saya punya arah tindakan yang jelas setiap hari dengan cara yang praktis. Penggunaan Teman AI ini terbukti menaikkan jumlah followers toko saya dan penjualan bulanan saya naik secara signifikan,” imbuhnya.
Di luar pengembangan teknologi, UMKMall juga menyiapkan strategi pengembangan ekosistem untuk tiga tahun ke depan.
COO UMKMall, Andy Marsden, mengatakan, fokus awal diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran dan penjualan produk UMKM.
“Pada tahap awal, fokus kami adalah menggenjot marketing dan penjualan produk ke pasar,” jelas Andy.
Tahap berikutnya akan diarahkan pada pemenuhan aspek legalitas dan regulasi, termasuk sertifikasi halal yang dinilai penting bagi pelaku usaha di sektor makanan dan minuman.
“Selanjutnya, kami akan membantu para pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan regulasi dan perizinan industri seperti pengurusan sertifikasi halal yang sangat krusial di sektor makanan dan minuman,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, UMKMall ingin membantu menciptakan hubungan yang lebih kuat antara pelaku UMKM dan institusi keuangan.
“Untuk jangka panjang, misi utama kami adalah membangun jembatan kepercayaan antara institusi keuangan dan UMKM guna memperlancar akses permodalan serta pinjaman bisnis,” tutur Andy.
Andy menambahkan, industri makanan dan minuman atau F&B akan menjadi sektor prioritas dalam pengembangan UMKMall pada tahun mendatang. Hal ini karena sekitar 80 persen basis komunitas UMKMall berasal dari sektor tersebut.
“Fokus utama kami adalah industri makanan dan minuman (F&B). Mengingat sekitar 80% basis komunitas kami bergerak di bidang tersebut, komitmen kami adalah meningkatkan kualitas hidup serta profitabilitas mereka secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif, pendampingan legalitas, dan standarisasi finansial agar siap memenuhi kriteria lembaga pembiayaan,” ungkap Andy.
Untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat ekosistem, UMKMall juga menggandeng sejumlah pemimpin komunitas, salah satunya dr. Edi Yans.
“Untuk memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem, kami menggandeng para pemimpin komunitas terkemuka seperti dr. Edi Yans. Melalui pendekatan berbasis keanggotaan (membership) yang sejalan dengan program pemerintah ini, kami ingin bersinergi secara kolektif untuk memajukan sektor UMKM secara lebih masif dan terstruktur,” pungkasnya.
Untuk diketahui, peluncuran Teman AI turut ditandai dengan penandatanganan MoU antara UMKMall dan KTB UKM Community, serta dukungan dari Kementerian UMKM RI.
Dengan pendekatan yang menggabungkan AI, pembelajaran, dan pendampingan praktis, UMKMall menargetkan Teman AI menjadi instrumen yang membantu pelaku usaha tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mengambil tindakan, memperbaiki operasional, dan membangun kemandirian bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Payfazz Luncurkan EDC Mini Terjangkau untuk Bantu UMKM