Mengubah hobi menjadi sumber penghasilan kini bukan lagi sekadar wacana, terutama bagi perempuan yang ingin memulai usaha dari rumah.
Melihat peluang besar di sektor baking rumahan, Polytron menghadirkan inisiatif yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga aplikatif lewat program 'Bake It Happen' bersama finalis MasterChef Indonesia Season 2, Beng Budiarso.
Diluncurkan di Jakarta pada 5 Mei 2026, program ini dirancang untuk membantu perempuan lebih percaya diri dalam merintis usaha baking.
Lewat workshop interaktif pembuatan Dessert Box Batik Cake, peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga memahami bagaimana kreativitas dan dukungan teknologi bisa menghasilkan produk estetik dengan kualitas yang konsisten.
Potensi bisnis ini memang tidak main-main. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa bisnis roti dan kue rumahan tumbuh hingga 10% setiap tahun, dengan nilai pasar mencapai Rp14 triliun.
Angka ini semakin relevan jika melihat fakta bahwa sekitar 64,5% UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan. Ditambah lagi, riset Polytron bersama Populix bertajuk 'UMKM Naik Level' mengungkap bahwa 57% pelaku usaha perintis terdorong oleh keinginan untuk mandiri secara finansial.
Namun, di balik peluang besar tersebut, ada tantangan yang kerap menghambat langkah awal. Dalam sesi workshop bertema “Cantik Tampilannya, Manis Bisnisnya,” Chef Beng menyoroti persoalan utama yang sering dialami home baker pemula.
“Tantangan terbesar bagi home baker pemula biasanya bukan sekadar resep, melainkan rasa percaya diri untuk mencapai konsistensi,” ungkap Chef Beng.
“Sering kali mereka khawatir kuenya bantat, matang tidak merata, atau bingung mencari unique selling point di tengah pasar yang kompetitif. Membangun identitas produk itu penting, tetapi menjaga kualitas produk setiap kali baking adalah kuncinya. Di sinilah pemilihan peralatan yang tepat menjadi investasi awal yang sangat krusial. Alat yang kurang mumpuni seringkali membuat hasil baking tidak konsisten, yang ujung-ujungnya membuang bahan baku dan merugikan secara modal," lanjutnya.
Baca Juga: Polytron G3+ Jadi Official Car Partner Polytron Indonesia Open 2026
Menjawab tantangan tersebut, Polytron menghadirkan solusi melalui lini oven listrik yang dirancang untuk membantu proses baking lebih presisi dan efisien.
Teknologi seperti pengaturan pemanas atas dan bawah yang terpisah serta sistem konveksi memungkinkan panas tersebar merata, sehingga hasil panggangan lebih konsisten.
Selain itu, fitur seperti mode fermentasi untuk adonan roti hingga efisiensi daya juga menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha rumahan yang ingin menjaga kualitas sekaligus biaya operasional.
Bagi Polytron, dukungan teknologi ini bukan sekadar soal produk, tetapi bagian dari upaya mendorong kemandirian perempuan. Hal ini ditegaskan oleh Felita Septian Giovani, yang menyampaikan visi di balik program ini.
“Melalui Bake It Happen, kami berharap dapat mendampingi langkah awal perempuan Indonesia dalam mengeksplorasi potensi diri,” ujarnya.
“Kami percaya bahwa berbekal kreativitas dan dukungan teknologi Oven Listrik Polytron yang andal, setiap perempuan mampu mengubah hobi di rumah menjadi peluang usaha yang memberdayakan dan menguntungkan," sambung Felita.
Melalui inisiatif ini, Polytron menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan inovasi rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan perempuan Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi.
Baca Juga: Memahami Gaya Hidup Gen Z dan Milenial, Polytron Siapkan 2 Speaker Compact dan Portable