Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk Jakarta menyelesaikan 100 tindakan Robotic Surgery yang diumumkan dalam rangkaian Seminar Awam dan Milestone Ceremony bertema “A Century of Robotic Excellence: Precision Surgery for a Better Tomorrow” pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Auditorium Lantai 23, Tzu Chi Hospital.
Pencapaian 100 tindakan Robotic Surgery ini mencerminkan konsistensi Tzu Chi Hospital dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir, kompetensi tenaga medis, dan standar keselamatan pasien dalam praktik bedah modern. Lebih dari sekadar angka, milestone ini menunjukkan komitmen berkelanjutan rumah sakit dalam menghadirkan layanan bedah yang lebih presisi, minim invasif, dan berorientasi pada pemulihan pasien.
Baca Juga: Resmikan PLTS Kedua, Primaya Hospital Teguhkan Komitmen Berkelanjutan
"Teknologi robotik di bidang kesehatan pertama kali berkembang di Amerika Serikat sejak tahun 1980-an dan terus mengalami kemajuan hingga digunakan secara luas dalam bedah minimal invasif. Seiring waktu, teknologi ini mulai diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tindakan bedah," ujar Direktur Senior Tzu Chi Hospital, Prof. DR. Dr. Satyanegara, Sp.BS (K), dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/1/2026).
Implementasi layanan Robotic Surgery di Tzu Chi Hospital dimulai dengan tindakan pertama pada 5 Februari 2024, setelah melalui proses persiapan yang komprehensif, meliputi pelatihan dan sertifikasi tim medis, pembentukan tim multidisiplin, penyusunan protokol klinis dan keselamatan pasien yang ketat. Sejak saat itu, layanan ini terus dikembangkan secara bertahap dan konsisten, hingga mencapai 100 tindakan Robotic Surgery dalam waktu kurang dari dua tahun. Hingga kini, puluhan dokter dari berbagai spesialisasi telah tersertifikasi melakukan tindakan Robotic Surgery di Tzu Chi Hospital.
Direktur Utama Tzu Chi Hospital Dr. Gunawan Susanto, Sp.BS menjelaskan, “Sesuai dengan semangat pendirian Tzu Chi Hospital yang ingin memberikan pelayanan medis seprofesional mungkin, kami menyiapkan robotic laparoscopy untuk mendapatkan hasil operasi yang lebih baik sehingga nyeri operasi menjadi minimal, hari perawatan lebih pendek, kemungkinan infeksi lebih rendah dan trauma operasi juga minimal.”
Biaya operasi dengan menggunakan Robotic Surgery yang cukup tinggi pada awalnya kurang diminati oleh pasien. Oleh karena itu, Tzu Chi Hospital mengurangi biaya operasi agar bisa lebih terjangkau oleh para pasien. Robotic laparoscopy ini terutama digunakan di bidang urologi, bedah digestif dan kebidanan. Sementara itu, penggunaan alat robotik lainnya di Tzu Chi Hospital untuk tindakan lutut, mammografi payudara, rehabilitasi medik, dan sebagainya.
Dalam perkembangannya, Robotic Surgery di Tzu Chi Hospital telah diterapkan pada berbagai kasus bedah kompleks di bidang digestif, urologi, ginekologi, dan lain-lain, serta digunakan secara terintegrasi dalam layanan Hernia Center, Prostate & Urinary Stone Center, dan Oncology Center. Penerapan teknologi ini mencakup penanganan hernia abdominal, operasi pengangkatan miom, kanker prostat, pembuatan kantong kemih (neobladder), dan prosedur intra abdomen lainnya.
Kepala Tim Dokter Hernia Center DR. Dr. Barlian Sutedja, Sp.B menambahkan, “Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam bidang medis, dalam hal robotic laparoscopy ini merupakan inovasi yang menggabungkan keahlian dokter bedah dengan presisi teknologi robotik. Bagi pasien, metode ini menawarkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pasca-operasi lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan lebih cepat. Sementara bagi tenaga medis khususnya dokter bedah, teknologi ini membantu meningkatkan akurasi tindakan dan efisiensi prosedur bedah.”