Menurut Kemal, program MBG merupakan kebijakan strategis yang menyangkut pemenuhan gizi generasi muda sehingga pelaksanaannya tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran maupun perluasan cakupan penerima.

"MBG menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap prosesnya harus memenuhi standar yang jelas, mulai dari penerima manfaat, penyediaan makanan, higienitas, keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan," katanya.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi dan penertiban bukan berarti melemahkan program MBG. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan agar MBG semakin kredibel, efektif, dan berkelanjutan.

"Ketegasan seperti ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG semakin kuat," katanya.

Lebih lanjut, Kemal berharap pembenahan yang dilakukan BGN dapat disertai dengan penguatan sistem pengawasan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, standar operasional harus diterapkan secara konsisten dan pengawasan perlu dilakukan secara berkala, termasuk terhadap kualitas bahan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh peserta didik.

Ia juga mendorong adanya evaluasi berbasis data sehingga setiap keputusan terkait penerima manfaat maupun SPPG dapat dilakukan secara objektif dan transparan.

"Program sebesar MBG membutuhkan tata kelola yang kuat. Evaluasi harus menjadi mekanisme rutin, bukan hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Dengan begitu, setiap kekurangan dapat segera diperbaiki dan setiap keberhasilan bisa terus ditingkatkan," tutur Kemal.

Menurutnya, ketegasan BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono menjadi sinyal bahwa pelaksanaan MBG diarahkan untuk semakin profesional dan berorientasi pada hasil.

"Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MBG bukan hanya berapa banyak sekolah yang mendapatkan makanan bergizi atau berapa banyak dapur yang beroperasi. Ukuran utamanya adalah apakah program ini benar-benar meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan dilaksanakan dengan standar keamanan serta tata kelola yang baik," pungkasnya.