Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Ankara, Turki, pada Selasa (7/7), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan berlangsung selama dua hari.

Trump mendarat sekitar pukul 13.51 waktu setempat setelah melakukan penerbangan luar negeri pertamanya menggunakan pesawat Air Force One terbaru. Setibanya di Ankara, ia disambut langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam upacara penyambutan resmi.

Selama berada di Turki, Trump dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Erdogan di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas hubungan bilateral Amerika Serikat dan Turki, sekaligus berbagai isu geopolitik yang tengah berkembang, termasuk situasi keamanan di Timur Tengah dan Eropa.

Baca Juga: Trump Ngamuk Harga BBM Tak Turun Meski Perang Mereda

Usai pertemuan bilateral, Trump akan bergabung dalam jamuan makan malam resmi bersama para pemimpin negara anggota NATO menjelang dimulainya sesi utama KTT pada besok Rabu (8/7).

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota NATO. Para pemimpin aliansi juga diperkirakan akan membahas pengadaan berbagai sistem persenjataan baru bernilai miliaran dolar AS sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan militer.

Isu tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk ancaman keamanan dari Rusia yang masih menjadi perhatian utama negara-negara anggota NATO.

KTT tahun ini digelar setahun setelah negara-negara anggota NATO berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), target yang selama ini didorong kuat oleh Presiden Donald Trump.

Sejak masa jabatan pertamanya, Trump secara konsisten meminta negara-negara sekutu Amerika Serikat untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertahanan bersama. Menurutnya, beban pendanaan NATO tidak seharusnya ditanggung secara tidak proporsional oleh Amerika Serikat.

Baca Juga: Dunia Bereaksi untuk Trump

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa negara-negara Eropa siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan.

"Negara-negara Eropa akan mewujudkan komitmen tersebut dengan memperkuat anggaran militer dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan benua Eropa dari ancaman Rusia," kata Rutte.

Melalui KTT di Ankara ini, para pemimpin NATO diharapkan dapat menyepakati langkah-langkah strategis untuk memperkuat pertahanan kolektif aliansi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan keamanan global yang terus berkembang.