Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali sesumbar mengenai penguasaan AS atas Selat Hormuz di tengah ketegangan dengan Iran. Trump mengklaim Angkatan Laut AS kini memegang kendali penuh atas jalur strategis yang menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia tersebut.
Trump bahkan menyebut AS telah menguasai Selat Hormuz hingga 100 persen dan menerapkan blokade yang menurutnya mustahil gagal.
"Satu-satunya pihak yang memegang kendali atas Selat Hormuz saat ini adalah Angkatan Laut Amerika Serikat. Kami menerapkan blokade yang tak mungkin gagal, seperti dinding baja. Kami menguasai selat itu, 100 persen," kata Trump di Gedung Putih.
Trump juga mengeklaim Iran saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang sangat tertekan akibat blokade tersebut. Menurut dia, kondisi itu membuat Iran semakin kesulitan membiayai militernya.
Baca Juga: Trump Tiba di Turki untuk Hadiri KTT NATO, Dorong Komitmen Belanja Pertahanan
"Sekarang, bisakah (Iran) bikin masalah? Ya, mereka bisa, tapi mereka sudah bangkrut. Iran sudah bangkrut total. Mereka tidak sanggup lagi menggaji tentara mereka. Mereka kena inflasi 300 persen," ujar Trump.
Menurut Trump, salah satu persoalan yang masih dihadapi di Selat Hormuz adalah keberadaan ranjau yang disebut disebarkan Iran.
"Situasinya agak rumit karena sesekali mereka menjatuhkan ranjau, dan kami menemukannya. Anda tahu, kami sudah menyisir seluruh selat itu untuk mencari ranjau," kata Trump.
Trump kemudian mengatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk kapal-kapal selain kapal yang menuju atau berasal dari Iran. Ia juga mengklaim pasukan AS telah melakukan operasi penyapuan ranjau di sepanjang selat tersebut.
Baca Juga: Dunia Bereaksi untuk Trump
Namun, kondisi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali normal. Sejumlah laporan terbaru menunjukkan bahwa klaim mengenai selat yang telah terbuka tidak serta-merta berarti aktivitas pelayaran telah kembali seperti kondisi normal.
Trump menambahkan bahwa Iran masih mungkin menebar ranjau di kawasan tersebut, tetapi pasukan AS mengklaim mampu mendeteksi dan menyingkirkannya. Ia juga mengatakan kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan dengan Iran tidak diperbolehkan memasuki pelabuhan Iran selama blokade berlangsung.
Klaim Trump mengenai kendali penuh atas Selat Hormuz muncul di tengah upaya dan ketegangan yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran. Iran sendiri masih menjadikan akses terhadap jalur strategis tersebut sebagai salah satu instrumen penting dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak dan energi global, sehingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada pasar energi dunia.