Aktris, Haico Van Der Veken, kembali menunjukkan eksplorasi akting yang lebih menantang lewat serial original lokal 'Bercinta Dengan Maut', proyek kolaborasi iQIYI dan Telkomsel yang diproduksi Hitmaker Studios. Dalam serial ini, Haico dipercaya memerankan dua karakter dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang: Ana dan Raya.
Ketika pertama kali ditawari terlibat dalam serial original lokal perdana iQIYI di Indonesia ini, Haico mengaku tidak serta-merta menerima. Ia memilih membaca dan mempertimbangkan naskah terlebih dahulu.
“Pasti aku baca dulu naskahnya. Aku lihat kalau ceritanya bagus, which is very nice, ceritanya bagus. Dari situ aku terima,” tutur Haico, saat ditemui usai konferensi pers sekaligus syukuran produksi serial ‘Bercinta Dengan Maut’, di gedung Hitmaker Studios, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
Tantangan Haico semakin besar karena salah satu karakter yang ia perankan, Raya, diceritakan bekerja sebagai stripper dengan kemampuan pole dancing. Demi mendalami peran, Haico pun melakukan riset sekaligus latihan fisik.
“Sebenarnya Raya sebagai stripper dia pasti pole dancing. Jadi ya kadang aku lihat buat jadi inspirasi, perempuan yang pole dancing itu seperti apa. Terus di sini juga disediakan workshop, jadi bisa belajar,” jelasnya.
Ia pun mengakui pole dancing bukan tarian yang mudah dan membutuhkan kekuatan tubuh, terutama di bagian inti.

“Pole dancing itu bukan tarian yang mudah. Untungnya aku juga olahraga, aku nge-gym, jadi kebantu dari situ. Karena itu mainly dari core, jadi aku latih core aku supaya kuat,” tambah Haico.
Dalam serial ini, Haico kembali dipasangkan dengan Maxime Bouttier, lawan main yang pernah bekerja sama dengannya sekitar delapan tahun lalu. Menurut Haico, kedekatan tersebut cukup membantu proses membangun chemistry.
“Pastinya lebih mudah karena sudah kenal. Walaupun terakhir itu sekitar delapan tahun lalu, tapi kalau sudah pernah syuting bareng, untuk syuting lagi pasti ada kemudahannya sendiri,” katanya.
Namun, chemistry tidak hanya bergantung pada pengalaman masa lalu. Haico menekankan pentingnya komunikasi dan proses latihan bersama.
“Menurut aku yang penting banyak ngobrol sih. Dari reading ketemu tiap hari, itu bisa dipakai buat bangun chemistry juga,” tutur Haico.
Sementara itu, menjawab tantangan adegan intim dalam cerita, Haico mengungkapkan bahwa tim produksi sangat memperhatikan kenyamanan pemain. Sebelum syuting, dilakukan diskusi khusus bersama intimacy coordinator.
“Kita ada prepare-nya juga, ada boundaries check. Jadi kita tahu dari satu sama lain kenyamanan kita di mana, apa yang boleh, apa yang enggak. Supaya nanti ketika sudah melakukan scene itu di set, enggak ada rasa tidak nyaman,” jelas Haico.