Karena itu, Prita pun menekankan pentingnya berbelanja secara hemat, namun tetap cerdas. Menurutnya, memilih produk yang tepat guna dan sesuai harga menjadi kunci utama agar pengeluaran tetap efisien.
Ia juga mengingatkan agar tidak mudah tergoda tren alias Fomo, terutama bagi orang tua baru yang kerap merasa perlu membeli banyak hal demi anak, padahal tidak semuanya benar-benar dibutuhkan.
Setelah kebutuhan hidup terpenuhi, lanjut Prita, langkah berikutnya adalah membangun keamanan finansial melalui tabungan dan investasi. Prita menegaskan bahwa kebiasaan menabung tidak boleh ditunda.
“Saving itu bukan nanti-nanti. Justru di fase inilah kita membangun fondasi keuangan menuju kuat. Dana darurat, dana pendidikan anak, dan rencana memiliki rumah menjadi prioritas penting yang sebaiknya mulai dipersiapkan sejak dini,” ungkapnya.
Menariknya, mengatur keuangan dengan disiplin bukan berarti menghilangkan kesenangan dalam hidup. Prita justru menekankan pentingnya tetap memberi ruang untuk menikmati hasil kerja keras.
“20 persen buat playing bisa kamu pakai untuk jajan weekend, selfcare, dan pacaran sama pasangan,” katanya.
Dengan adanya alokasi khusus ini, kata dia, setiap pengeluaran untuk kebahagiaan terasa lebih ringan karena sudah direncanakan.
Terakhir, Prita menekankan bahwa pada akhirnya, mengelola keuangan bukan soal seberapa besar penghasilan, melainkan bagaimana cara mengaturnya. Menurutnya, konsistensi dan kesadaran dalam menentukan prioritas menjadi kunci utama agar kondisi finansial tetap sehat.
“Ingat ya, belanja hemat dan cerdas itu wajib jika mau budget living lebih terkendali,” pungkasnya.
Baca Juga: Strategi Perencanaan Keuangan THR ala Aliyah Natasya